skip to main |
skip to sidebar
Jangan remehkan uang recehan, jika dikumpul sedikit demi sedikit sampai banyak juga akan bisa bermanfaat besar; jangan terbiasa untuk menghambur-hamburkan uang, hendaknya bisa menjaga apa yang sudah dimiliki, sederhana dan jujur, guna mempertahankan daya hidup.
Jagad raya sekali pun masih ada batasnya, namun ikrarku luas tiada terhingga. Berikrar itu mudah, namun untuk melaksanakannya sulit.
Bertobat adalah"tuntutan pada diri sendiri" guna menghapus jalinan jodoh buruk pada masa lampau, serta merubah jodoh buruk menjadi jodoh baik.
Krisis moneter tidak begitu menakutkan, apa yang menakutkan adalah krisis batin; kondisi ekonomi yang kurang baik tidak perlu dicemaskan, apa yang perlu ditakutkan adalah gejolak pada batin manusia.
Setetes budi yang diterima hendaknya dibayar dengan balasan yang berlimpah.
Setelah bisa menerapkan pelestarian lingkungan batin dengan kokoh, seseorang baru mampu melakukan pelestarian lingkungan alam secara lebih mendalam.
Bila seseorang memahami bahwa kehidupan harus dijalani dengan penuh ketekunan, dirinya tentu tidak akan terjerumus ke jalan sesat. Bila seseorang memahami pola hidup hemat, kehidupannya akan penuh dengan keberkahan.
Jika bisa menjalani pola hidup sederhana dan bersahaja, kehidupan tentu akan bahagia.
Mengekangan nafsu keinginan akan membuat diri kita selalu dalam kondisi selamat, pengumbaran nafsu keinginan semuanya akan membahayakan diri kita sendiri.
Orang berbudi luhur berbuat demi tujuan yang mulia, sedangkan orang yang tidak bermoral berbuat demi tujuan pribadi.
Tetesan air yang terkumpul akan menjadi aliran sungai, butiran beras yang terkumpul akan memenuhi bakul; jangan remehkan hati nurani diri sendiri, jangan karena kebajikan kecil, lalu tidak bersedia untuk melakukannya.
Kita harus melakukan pelestarian lingkungan masyarakat dengan baik, juga harus melakukan pelestarian lingkungan batin sendiri dengan baik.
Sepatah kata yang menghangatkan hati sama seperti menyemprot minyak wangi ke tubuh orang lain, diri sendiri juga akan wangi karena terciprat dua tiga tetes.
Moralitas adalah pelita penunjuk arah guna meningkatkan kepribadian diri, tidak seharusnya dijadikan alat cambuk untuk mencela orang lain.
Ketika duduk menenangkan diri, renungkan selalu kesalahan yang pernah dilakukan, ketika berbincang dengan orang, jangan membicarakan masalah orang lain.
Orang yang senantiasa mencari-cari alasan, tidak akan maju berkembang selamanya.
Cahaya mentari sangat terang, budi orangtua sangat luhur, orang budiman dapat berlapang dada, orang picik sangat angguh.
Di kala punya, harus bisa mengenang betapa susahnya pada saat tidak punya apa-apa; ketika hari cerah, ingat untuk mempersiapkan bekal dalam menghadapi hari penghujan.
Bila potensi diri dimanfaatkan di tempat yang benar, tentu bisa menciptakan kehidupan yang cemerlang; sebaliknya jika dimanfaatkan ke arah yang salah, maka setiap langkah di dalam kehidupan selalu merupakan perangkap yang menjerumuskan.
Bergaul dengan sesama harus bisa menjalin kebersamaan, namun jangan sampai terhanyut ke dalam arus kebiasaan yang tidak baik.
Bencana dan malapetaka di dunia ini sebagian besar diciptakan oleh orang-orang yang memiliki anggota tubuh yang lengkap, namun memiliki batin yang cacat.
Dalam menjalani kehidupan, jangan menyandarkan diri pada tiga hal, yaitu kekuasaan, kedudukan dan uang.
Kehidupan manusia tidak kekal adanya! Ketika masyarakat membutuhkan kita, segera bergegeslah melangkah saat masih bisa berjalan hari ini.
Tidak perlu khawatir tidak sampai ketujuan, yang dikhawatirkan adalah tidak adanya keinginan sama sekali untuk berusaha.
Cinta kasih jangan membeda-bedakan suku bangsa dan batas negara; asal sebuah kehidupan, semuanya harus dihormati dan diberikan perhatian.
Tidak perlu merasa khawatir atas urusan yang banyak, yang perlu dikhawatirkan adalah terlalu banyak mencampuri urusan orang.
Cinta kasih yang sesungguhnya adalah dengan menjaga hati sendiri dengan baik.
Jadikan orang lain sebagai cermin kita, jika melihat kelebihan orang, kita memecut diri sendiri, jika melihat kekurangan orang, kita melakukan intropeksi diri.
Jangan menganggap remeh diri sendiri, karena setiap orang memiliki potensi yang tidak terhingga.
Tidak perlu mendengar ajaran terlalu banyak. Andai kata dapat mengimplementasikan satu kalimat sederhana saja dalam kehidupan sehari-hari, itu sudah cukup untuk membangkitkan kebajikan sejati dalam diri.
Sebaik apa pun kesempatan dan keberuntungan seseorang, jika tidak mampu menggenggam jalinan jodoh yang ada dengan baik, maka kesempatan dan keberuntungan itu juga akan terlepas dan pergi jauh.
Banyak orang tergila-gila pada upaya untuk mencari kemujizatan, sehingga menghentikan langkahnya untuk terus bergerak maju, seberapa banyak pun waktu yang dimilikinya dan sejauh mana pun perjalanan yang ditempuhnya, juga tidak ada gunanya dan akhirnya juga tidak akan memperoleh apa-apa.
Bila kondisi batin selalu berada dalam keadaan tenang tenteram, baru bisa memiliki keberkahan untuk hidup dengan penuh kedamaian dan selamat.
Ajaran yang bisa membuka pintu kebijaksanaan dan memperindah kehidupan adalah ajaran yang baik.
Bila bisa berpuas diri tanpa bertikai dengan orang, serta berinteraksi dengan niat baik dan perbuatan baik di antara sesama, dengan sendirinya akan berada dalam kondisi selamat dan nyaman.
Setiap Detik Berjuang Demi Kebajikan
Orang yang paling bahagia adalah orang yang mampu bersikap lapang dada dan berbelas kasih pada semua makhluk hidup.
Niat baik yang diikrarkan harus dijalankan, bukan mulut saja, hanya dibicarakan namun tidak pernah dilaksanakan.
Panjatkan ikrar baik, ucapkan kata-kata baik dan lakukan perbuatan baik sepanjang tahun.
Dengan menciptakan keberkahan dan membuka pintu hati, nasib baik tentu akan menyertai anda.
Dengan berlapang hati dan berniat tulus, kehidupan menjadi lebih indah dan baik.
Bertutur kata baik, berikrar niat baik, dan berbuat hal baik.
Hendaknya bisa melakukan perenungan dan intropeksi diri selalu, selain dapat meredam gejolak di dalam batin, juga dapat menggali sumber kebijaksanaan.
Jangan biarkan bayangan gelap menyelimuti batin. Kehidupan bermakna jika dapat memancarkan cahaya dan kehangatan bagi orang lain.
Melestarikan lingkungan yang sesungguhnya adalah mencintai gunung, lautan dan segala sesuatu di dunia ini.
Jika memiliki keyakinan, keuletan dan keberanian, tidak ada hal yang tidak berhasil dilakukan di dunia ini.
Dalam berikrar, harus berikrar cita-cita besar yang bermanfaat bagi semua makhluk, serta menerapkannya dalam tindakan nyata kapan saja dan dimana saja.
Asal mau berubah niat pikiran, maka kebahagiaan akan datang.
Kondisi batin kita bagaikan sebidang cermin, biarpun pemandangan di luar terus berubah, namun permukaaan cermin tidak akan berubah, inilah maksud dari ungkapan: Kondisi boleh saja berubah, namun hati jangan ikut berubah.
Melakukan segala hal harus dimulai dari sebuah tekad, dari sebutir benih yang akan tumbuh menjadi pohon besar.
Lahan yang ditanami sayuran tidak akan mudah ditumbuhi rerumputan, dalam hati yang mengandung niat baik tidak akan mudah timbul niat jahat.
Sebuah cangkir sompel, jika dipandang dari sudut yang lain, tetap terlihat bulat dan utuh.
Kondisi hati yang indah, melihat apapun akan terlihat indah.
Jadikan konsentrasi sebagai suatu kebiasaan. Hati yang tidak bias dan kacau, akan menimbulkan keteguhan.
Pandanglah dunia dari sudut pandang yang lain, dunia akan terlihat luas tak terhingga. Ubahlah pendirian dalam menangani masalah, maka segalanya akan terasa nyaman dan tenteram.
Pergunakan batin yang tenang untuk mengamati wujud sejati dari semua makhluk dan dengarkan pesan yang disampaikan oleh mereka.
Siapa yang menanam lahan berkah, akan menuai keberkahan.
Tahu berpuas hati, bersyukur, berpengertian dan bertenggang rasa.
Daripada hanya duduk dan berpikir, lebih baik mencoba untuk melangkah maju.
Selama masih memiliki jalinan jodoh mendalam, jangan khawatir jodoh datang terlambat. Selama masih dapat menemukan jalan, jangan risaukan jauhnya perjalanan yang harus ditempuh.
Membangun ikrar itu mudah, namun sulit untuk mempertahankannya. jika kita hanya membicarakan tekad ingin melatih diri saja tanpa menerapkannya, maka kita tidak akan mampu mencapai pencerahan atau menerapkan ajaran Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Mengucapkan sepatah kata baik, bagai menyebarkan semerbak bunga. Mengucapkan sepatah kata buruk, bagai menyembur racun ular berbisa.