skip to main |
skip to sidebar
Dua
orang anak kecil bersekolah dalam sekolah yang sama. Untuk ujian mereka
pertama, mereka sama-sama memiliki nilai yang jelek. Anak yang pertama
berkata, "Bodoh, aku sangat bodoh dan aku tidak akan pernah bisa menjadi
anak yang pintar. Sedangkan anak yang kedua berkata, "Untuk saat ini
memang aku belum bisa meraih nilai yang bagus, namun suatu saat nanti
aku akan mendapatkan nilai yang memuaskan dan aku pasti bisa menjadi juara."
Beberapa puluh tahun kemudian, kedua anak itu tumbuh menjadi pribadi
yang berbeda. Anak yang kedua menjadi pria yang sukses, sedangkan anak
yang pertama menjadi pria yang pengangguran. Mengapa mereka berdua bisa
menjadi berbeda?
Anak pertama yang tidak pernah menghargai
dirinya sendiri dan selalu berkata negatif tentang dirinya sendiri. Dia
mudah sekali berputus asa dan tidak mau berusaha untuk menjadi lebih
baik lagi. Sedangkan anak yang kedua begitu percaya akan kemampuan
dirinya bahwa dia akan mampu mengalahkan kelemahannya.
Tuhan
tidak pernah menciptakan manusia yang bodoh. Tuhan tidak pernah
menanamkan roh kelemahan dalam diri kita. Roh Allah adalah roh yang kuat
karena Allah selalu memberikan kemenangan kepada anak-anak-Nya
Sebab bukan kepada panahku aku percaya, dan pedangkupun tidak memberi
aku kemenangan, tetapi Engkaulah yang memberi kami kemenangan terhadap
para lawan kami, dan orang-orang yang membenci kamu Kauberi malu__Mazmur
44:7-8.

Ada
seorang yang sangat kaya, hartanya berlimpah dengan rumah yang begitu
mewah. Pelayannya sangat banyak begitu juga dengan para pekerja yang
mengolah hasil kebun maupun perusahaannya. Kemudian ada seorang hamba
Tuhan datang berkunjung ke rumahnya.
Orang kaya tersebut
terkejut dan berkata, "Untuk apa Anda datang ke sini? Minta sumbangan?
atau persembahan saya kurang banyak? Oh, mungkin saya harus meningkatkan jumlah perpuluhan saya."
Hamba Tuhan tersebut hanya tersenyum dan menjawab, Saya ke mari bukan
tentang uang persembahan bapak. Saya hanya ingin mengajak bapak untuk
bersama-sama bersekutu dengan kami.."
"Ah, buat apa aku ke
gereja? Aku yakin bahwa aku sampai saat ini masih diberkati. Aku sehat.
Kalaupun aku sakit aku bisa berobat sampai ke luar negeri dengan uangku
yang tak pernah habis. Aku juga sudah menyumbang banyak ke panti asuhan
ataupun ke orang-orang yang tidak mampu."
"Tuhan tidak ingin
uang bapak, Tuhan hanya mau hati bapak yang menyembah, yang mau intim
bersekutu dengan bapak. Uang yang bapak miliki bukanlah segala-galanya
pak."
Orang kaya tersebut mengusir hamba Tuhan dengan paksa.
Dia percaya bahwa hidupnya sangat terjamin. Dengan usia yang masih muda,
orang kaya tersebut selalu rajin memeriksakan kesehatannya dan
mengkonsumsi banyak vitamin agar umurnya semakin panjang. Dia berpikir
bahwa uang dapat membeli umur.
Sepulang dari rumah sakit
setelah cek kesehatan, mobil orang kaya ini masuk ke jurang karena
sopirnya yang ceroboh dan orang kaya tersebut meninggal. Umur tidak bisa
dibeli dengan uang karena hanya Tuhanlah yang berhak memperpanjang
umurnya.
Dalam hidup ini, banyak orang yang mengejar-ngejar
uang. Bagi mereka, dengan uang maka hidup akan semakin tenang dan nyaman
karena semua hal yang mereka butuhkan akan dapat terpenuhi.
Namun apa artinya uang jika kita sakit dan tidak memiliki umur yang
panjang? Apa artinya kerja keras mencari uang jika umur kita hanya
tinggal hari ini? Semua yang kita miliki saat ini adalah sebuah anugerah
dari Tuhan. Kesehatan dan keselamatan baik secara jasmani dan rohani
hanya akan kita dapatkan jika kita mau dekat dengan Tuhan melakukan apa
yang berkenan di mata-Nya.
Karena siapakah yang mengetahui apa
yang baik bagi manusia sepanjang waktu yang pendek dari hidupnya yang
sia-sia, yang ditempuhnya seperti bayangan? Siapakah yang dapat
mengatakan kepada manusia apa yang akan terjadi di bawah matahari
sesudah Dia?___Pengkhotbah 6:12.

Seorang
ibu sedang mengajari anaknya agar bisa bertanggung jawab terhadap apa
yang anaknya miliki atau yang anaknya kerjakan. Anaknya tersebut selalu
membiarkan mainannya tergeletak begitu saja seusai memainkannya, dan
juga tidak mau mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dari sekolah.
Sang ibu berusaha melatih anaknya agar lebih bertanggung jawab dengan cara dia akan
memasak makanan yang enak jika anaknya bisa membereskan mainan dan
mengerjakan semua tugas sekolah dengan baik. Selalu ada penghargaan bila
anaknya tersebut berhasil membuatnya bangga dengan perubahan sifat yang
lebih bertanggung jawab.
Yesus pun juga mengajarkan kepada
kita bahwa Dia sangat bertanggung jawab terhadap perintah Bapa-Nya.
Yesus menjalani kehidupan sebagai manusia dan menyelesaikan tugas dengan
sangat sempurna sebagai penebus dosa umat manusia dengan cara
disalibkan. Dan sesudah Yesus mati di atas kayu salib, maka pada hari
ketiga, Yesus bangkit dari maut. AJAIB!
Selalu ada penghargaan
baik dari orang-orang disekitar kita dan juga dari Bapa di surga apabila
kita bisa bertanggung jawab dengan apa yang kita miliki atau yang kita
kerjakan selama kita di dunia.
Bertanggung jawab kepada
keluarga, bertanggung jawab dengan pekerjaan kantor, bertanggung jawab
terhadap tugas-tugas di sekolah ataupun kuliah, bertanggung jawab
sebagai pelayan di gereja, dan juga bertanggung jawab dalam hal yang
lainnya. Tuhan akan memberkati secara luar biasa bila kita mampu
melakukan segala hal dengan baik.
Demikianlah setiap orang
diantara kita akan memberi pertanggung jawab tentang dirinya sendiri
kepada Allah.__Roma 14:12. Dan tidak ada sesuatu makhlukpun yang
tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka
di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberi tanggung
jawab.__Ibrani 4:13.

Seorang
anak sedang belajar memasak bersama ibunya. Anak itu membeli banyak
sayuran dan ikan untuk memasak makanan spesial kesukaan ayahnya. Dia
begitu bersemangat memasak, namun iya memasak saat ibunya belum kembali
ke rumah.
Tiba-tiba dia menjadi kecewa saat mencicipi hasil
masakan sendiri. Sangat asin dan tidak lezat. Dia merasa gagal dan sudah
membuang-buang banyak uang untuk membeli sayur dan ikan. Ibunya pun pulang dan melihat ke dapur. Sang ibu mendapati anaknya menangis.
Dengan tersenyum sang ibu mengajak anaknya untuk memasak kembali. Tidak
ada hasil masakan anaknya yang terbuang, ibunya menambah beberapa bumbu
dan mencampurnya dengan sedikit air.
Anaknya menjadi heran
ketika mencicipi hasil masakan yang sebelumnya merasa gagal. Sangat
lezat. Anak menjadi sangat bangga terhadap ibunya lantaran sang ibu
mempunyai banyak cara untuk membuat masakan anaknya menjadi berhasil.
Demikian juga dengan Allah kita. Tuhan Yesus tidak kurang cara untuk
memberkati anak-anak-Nya. Saat kita berada dalam saat-saat yang sulit
sekalipun, tangan Tuhan mampu mengeluarkan kita dari masa-masa sulit
itu.
Dunia bisa menghentikan langkah kita. Dunia boleh membuat
kita jatuh. Dunia bisa membuat kita menderita dan kekurangan, namun saat
kita berseru-seru dan minta pertolongan kepada Tuhan, Tuhan akan segera
datang dan menolong kita. Berkat Tuhan itu seperti air dan angin yang
dapat datang dari segala arah. Saat kita percaya, maka sesungguhnya kita
telah mendapatkan berkah itu.
Biar mereka mengutuk, Engkau
akan memberkati; biarlah lawan-lawanku mendapat malu, tetapi hamba-Mu
ini kiranya bersukasita.___Mazmur 109:28.

Hari
ini kamis 9 Mei merupakan hari kenaikan Isa Almasih atau Tuhan Yesus ke
Sorga. Dalam perayaan yang sakral ini, umat kristiani di seluruh dunia
menyambut dalam ibadah raya di gereja-geraja. Lantas apa sesungguhnya
arti kenaikan Yesus ke Sorga?
Kenaikan Yesus ke Sorga adalah bukti terakhir bahwa pekerjaan-Nya
di kayu salib sudah selesai. Dengan Yesus naik Ke Sorga, Ia menjadi
Iman Besar Agung dan Raja yang dimuliakan di atas tahta-Nya, kenaikan
Yesus Ke Sorga adalah satu mata rantai yang penting dalam rangkaian
penggenapan nubuat-nubuat yang dijanjikan dalam perjanjian Lama seperti
yang dikatakan dalam Mazmur 110:1 "....Duduklah disebelah kanan-Ku,
sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpukan kakimu." Demikian pula
dalam perjanjian Baru oleh Yesus sendiri seperti yang dikatakan dalam
Matius 26:64. "....Akan tetapi Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu
akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Kuasa dan datang
di atas awan-awan dilangit" (Mat 26:64).
"Yesus Naik ke Sorga Untuk Menyediakan Tempat Bagi Orang Yang Percaya"
Orang percaya ditempatkan bersama Kristus di alam Sorgawi karena kasih
karunia dan oleh iman kita turut dalam kebangkitan dan kenaikan Kristus.
"dan di dalam Kristus Yesus ia telah membangkitkan kita juga akan
memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di Sorga" (Efesus 2:6). Dengan
kenaikan Kristus, orang percaya mendapat jaminan menjadi Warga Negara
Kerjaan Sorga, sehingga pikiran dan perasaan orang percaya tertuju ke
Sorga. "karena kewargaan kita adalah di dalam Sorga, dan dari situ juga
kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat" (Filipi 3:20).
Dengan kita percaya kepada Yesus, kita memiliki dua warganegaraan. Di
satu sisi kita adalah warga negara Indonesia yang ditempatkan Tuhan, tetapi oleh percaya kepada Kristus yang sudah bangkit dari
kematian dan naik ke Sorga, maka kita menjadi Warga Negara Kerajaan
Sorga.
Sebagai orang percaya kita tidak hidup di suatu dunia
yang bebas dari masalah dan hambatan, Namun, sebagai orang percaya kita
tidak perlu takut. Yesus kristus, Tuhan dan penguasa atas hidup kita
sudah memberikan jaminan sesaat sebelum kenaikan-Nya ke Sorga bahwa Dia
senantiasa menyertai kita sampai akhir zaman. Amin__
Seutas
tali merupakan barang yang jarang sekali dielu-elukan atau dibahas
dalam suatu pembicaran serius. Tali hanya akan dicari bila seseorang
sedang membutuhkannya, selebihnya akan dilupakan.
Tali kerap
digunakan untuk mengikat, dan saat saya bertanya pada beberapa orang
tentang fungsi tali, maka mereka akan menjawab: Untuk mengikat. dalam
penerapan kehidupan sehari-hari, tali memang untuk menyambung atau menyatukan dua benda. Dan semakin kencang ikatan maka akan semakin kuat menyatu.
Namun tali juga bisa mencelakai manusia. Bunuh diri. Tali kerap dipakai
seseorang untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Orang-orang yang tidak mengenal Allah, akan sangat mudah terjerumus
dalam jerat iblis yang terkadang berujung pada kematian.
Kita
ibarat sebuah tali. Saat kita berada di tangan/di lingkungan yang baik
maka kita akan menjadi baik. Sebaliknya jika kita berada di tangan/di
lingkungan yang buruk maka kita pun akan menjadi buruk.
Hidup
baik adalah saat kita berada di tangan Tuhan dan bisa memilih pergaulan
yang baik maka kita akan menjadi penyalur berkat dan menjadi alat
sebagai pemersatu orang-orang disekitar kita.
Sebaliknya bila
kita jauh dari Tuhan, maka kita sama halnya berada di tangan iblis.
Dengan mudahnya iblis akan menyeret kita ke dalam pergaulan-pergaulan
yang buruk sehingga di luar pun kita akan memberikan pengaruh buruk pula
kepada orang lain.
Dan jangalah kamu menyerahkan
anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata
kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang,
yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkan
anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata
kebenaran.
__Roma 6:13.

Para
wisatawan dari luar negeri, sangat senang sekali berbelanja seni
kerajian tangan, salah satunya adalah patung yang dibuat dengan cara
diukir. Seni ukir, jauh berbeda jauh dengan alat cetak. Seni ukir,
dibutuhkan keterampilan untuk membuat sebuah patung, sedangkan alat
cetak hanya dibutuhkan beberapa menit untuk membuatnya.
Saya pernah belajar membuat pahatan patung lalu
mengukirnya. Benar-benar pekerjaan yang tidak mudah. Dibutuhkan
kesabaran yang luar biasa dan harus mampu menahan sakit saat palu atau
pun alat pahat itu mengenai tangan saya. Saya juga harus lebih
berhati-hati dan mencoba untuk fokus terhadap pahatan-pahatan saya agar
mendapatkan hasil yang maksimal. Dan tentunya kita tahu bahwa pahatan
patung itu memiliki nilai jual yang tinggi, setimpal dengan proses
pembuatnya.
Demikian juga kita sebagai anak-anak Tuhan. Dalam
proses hidup ini, mungkin kita penuh dengan kesakitan ataupun kita
dituntut untuk menghadapi berbagai macam situasi dan kondisi. kita harus
lebih banyak bersabar dan tetap mengasihi saat orang lain dengan
seenaknya menyakiti hati kita.
Selalu ada harga yang akan kita
terima saat kita mampu bersabar dan tetap memelihara kasih itu. Mungkin
kita tidak dihormati ataupun dihargai oleh orang lain, namun tiba pada
waktunya nanti Tuhan akan meninggikan kita dan membuat kita sangat
"terhormat". Tuhan akan memberikan berkatnya sesuai dengan apa yang
sudah kita lakukan selama ini.
Segala tanduk orang-orang fasik akan dihancurkan-Nya, tetapi tanduk-tanduk orang benar akan ditinggikan.___Mazmur 75:11.
