Pages

Ads 468x60px

Senin, 10 Agustus 2015

SADAR DIRI


Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya, "Kristus Yesus datang kedunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa [1 Timotius 1:15]

Mila sangat terpukul ketika mengetahui bahwa dirinya ternyata adalah anak angkat dari orang tua yang mengasuhnya selama ini. Namun sejak itu, Mila lebih rajin membantu menjaga toko kedua orangtuanya. Apalagi ketika Mila menikah dan memiliki anak. Ia makin menyadari betapa besarnya kasih orangtua angkatnya. Mereka telah membesarkannya dengan susah payah, dengan kasih yang sesungguhnya tidak layak ia terima. Demikianlah Mila makin lama makin mengasihi kedua orangtua angkatnya.

Kitab 1 Timotius ditulis oleh Paulus pada akhir hidupnya. Sejak pertobatannya, Paulus telah melakukan begitu banyak pelayanan - mendirikan jemaat di berbagai daerah. Paulus telah menempuh begitu banyak bahaya dan penderitaan karena injil. Dari semua pengalaman itu, Paulus mengatakan bahwa kerinduan terbesarnya adalah makin mengenal Tuhan yang ia layani. Maka, di akhir hidupnya Paulus tidak menjadi sombong, tetapi malah makin menyadari anugerah Tuhan yang begitu besar kepadanya. Bahkan, Paulus mengatakan, bahwa ialah orang yang paling berdosa. Mengapa? Karena makin orang mengenal Kristus, ia makin mengenal siapa dirinya, makin mengerti besarnya anugerah yang ia terima, dan makin memberi diri untuk kemuliaan Tuhan.

ketika kita makin mendalami firman Tuhan, adakah kita makin mengenal siapa Allah yang kita sembah dan siapa kita sesungguhnya? Atau, jangan-jangan semua itu hanya menjadi pengetahuan yang mengisi otak, yang justru membuat kita tinggi hati? Bagaimanakah mengenal akan Tuhan ini mempengaruhi sikap hati kita ketika melayani Tuhan?

PENGENALAN AKAN TUHAN MEMAMPUKAN KITA BERCERMIN DIRI DAN MENYADARI BESARNYA ANUGERAH TUHAN YANG DIBERI.


[ SELF CONSCIOUS ] 

These words right and deserves full acceptance: "Christ Jesus came into the world to save sinners," and of whom I am the worst of sinners [1 Timothy 1:15] 

Mila was devastated when it turned out that he was the adopted son of parents who nurture him along. But since then, Mila more diligent in helping maintain store his parents. Especially when Mila married and have children. He increasingly realized how great the love of adoptive parents. They have been raised with difficulty, with no real love he deserves. Thus Mila increasingly loving adoptive parents. 

1 Timothy was written by Paul at the end of his life. Since his conversion, Paul had melakenjadi arrogant, but even more aware of the grace of God is so great to him. In fact, Paul says, that is the person who most berdosaukan so much care - founded the church in various regions. Paul has taken so much danger and suffering for the gospel. From all that experience, Paul said that his greatest desire is getting to know God he served. Then, at the end of his life Paul m. Why? Because more and more people get to know Christ, the more he knows who he is, increasingly understand the magnitude of the grace that he receives, and increasingly gave himself for the glory of God. 

when we get to explore the word of God, are we getting to know who God we worship and who we really are? Or, perhaps it only becomes knowledge that fills the brain, which makes us proud? How to know God's will affect the attitude of our hearts when serving the Lord?

INTRODUCTION TO ENABLE OUR LORD reflection and REALIZE THE AMOUNT OF GRACE OF GOD GIVEN.

BERDIAM DIRI


Diamlah dan ketahuilah bahwa Akulah Allah! [Mazmur 46:11]

Henry Weiss - yang telah mengubah namanya menjadi Houdini, adalah ahli meloloskan diri dari berbagai perangkap: tali, pintu sel, borgol, dan sebagainya. Namun, suatu kali saat berada di penjara kecil bernama British Isles, ia kesulitan mengutak-ngatik kunci sel tersebut. Biasanya, dalam tiga puluh detik ia dapat membuka kunci sel, tetapi kali ini tidak. Ia pun lelah, frustrasi, dan putus asa. Maka, ia tak lagi berbuat apa-apa. Ia berdiam, lalu menyandarkan diri ke pintu. Anehnya, pintu itu segera terbuka sebab ternyata tidak terkunci! Ketika berdiam diri, ia justru menemukan penyelesaian masalahnya.

Ini mungkin peristiwa langkah. Namun, ia mengingatkan kita bahwa dalam hidup yang penuh masalah ini, kita perlu punya waktu-waktu khusus untuk berdiam diri - khususnya di kaki Tuhan. Berdiam diri membuat pikiran kita tenang, emosi kita terkendali, dan kita mendapat hikmat Tuhan untuk mengatasi masalah. Sayangnya, kerap kali kita tidak berdiam diri di kaki Tuhan saat masalah datang. kita malah memikirkan sendiri masalah yang sedang kita hadapi, dan sibuk mencari cara untuk mengatasinya. Hasilnya, kita frustrasi dan putus asa.

Jadi, mengapa kita tidak mencoba menyerahkan semuanya kepada Tuhan? Ketika melakukannya, Pemazmur mengalami bagaimana Tuhan bertindak. Dan, ia bersaksi bahwa Allah itu "tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti". Jalan keluar serta jawabannya barangkali di luar dugaan kita, bahkan sangat berbeda dengan cara-cara yang sudah kita bayangkan. Jika Dia terbukti dapat selalu menolong, mengapa kita menunda untuk duduk diam di kaki-Nya?

TUHAN TAK PERNAH KEKURANGAN CARA UNTUK MENOLONG KITA JADI MENGAPA KITA TIDAK MENGANDALKAN DIA?



[ SILENCE ] 


Be still and know that I am God! [Psalm 46:11] 

Henry Weiss - who has changed his name to Houdini, is an expert escape from many traps: rope, cell door, handcuffs, and so on. However, a time when in a small prison called the British Isles, he was having difficulty key tampering of these cells. Typically, within thirty seconds he can unlock the cell, but not this time. He was tired, frustrated, and desperate. Then, he no longer do anything. He was silent, then leaned back door. Surprisingly, the door was immediately opened because it was not locked! When silent, he would find a solution to the problem. 

These events may move. However, he reminds us that in the life of this problem, we need to have special times for silence - especially at the feet of God. Silence makes us calm mind, our emotions under control, and we got the wisdom of God to overcome the problems. Unfortunately, often we do not sit at the feet of God when trouble comes. we even think of itself a problem that we are facing, and is busy looking for ways to overcome them. As a result, we are frustrated and desperate. 

So, why do we not try to leave it all up to God? When doing so, the Psalmist experienced how God acts. And, he testified that God is "our refuge and strength, a helper in distress very evident". Way out and the answer is probably beyond our expectations, even very different in ways that we have imagined. If he is proven to always help, why should we defer to sit quietly at his feet? 

GOD NEVER LACK OF HOW TO HELP OUR SO WHY DO WE DO NOT RELY ON HIM?

Sabtu, 08 Agustus 2015

PENGHARAPAN


Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera [Roma 15:3]

Pada 5 Agustus 2010, tambang emas dan tembaga di Copiapo, Cile, runtuh. Sebanyak 33 penambang terperangkap. Regu penyelamat yang mencari mereka, nyaris putus asa. Namun, 17 hari kemudian, diketahui bahwa mereka masih hidup walau terperangkap di dalam tambang sedalam 700 meter. Dan, mereka harus sabar menanti hingga 7 minggu, sebelum mesin bor berhasil menembus lubang tempat mereka berlindung.

Ya, manusia bisa bertahan hidup selama 40 hari tanpa makan, 4 hari tanpa minum, 4 menit tanpa bernafas. Namun, manusia tak mampu hidup bahkan selama 4 detik saja, jika ia tak punya semangat dan harapan. Itu sebabnya di tengah himpitan dan tahap awal aniaya terhadap jemaat Roma, Paulus menasihati agar setiap orang percaya bergantung kepada Allah - sumber pengharapan, sukacita, damai sejahtera. Di tengah tekanan sekalipun, Dia sanggup memberi kekuatan dan pengharapan. Maka, yang kuat dapat menolong yang lemah dan lelah. Dengan kerukunan yang demikian, orang-orang beriman itu memuliakan Allah.

Ketika dunia menganggap 33 penambang Cile itu pahlawan, dengan keras Henriques - salah satu dari mereka - menolaknya. katanya, "Kita bukan pahlawan, dan jika ada pahlawan, itu adalah semangat yang diberikan Tuhan, yang membuat kami bertahan". Ternyata, semasa di dalam tambang ia membacakan sejumlah ayat Alkitab kepada teman-temannya, untuk menjaga semangat mereka.

Mari jalani hidup ini dengan penuh semangat. Apalagi untuk melakukan tugas sebagai saksi Kristus: memberkati dan menolong banyak orang di sekitar kita yang hidup dalam keputusasaan.

HIDUP DIBERI AGAR DIJALANI DENGAN PENUH ARTI MAKA TUHAN MENYALAKAN SEMANGAT AGAR KITA MENJADI BERKAT.


[HOPE] 

May the God of hope, fill you with all joy and peace [Romans 15: 3] 

On August 5, 2010, gold and copper mine in Copiapo, Chile, collapsed. A total of 33 miners were trapped. Rescuers were searching for them, almost desperate. However, 17 days later, it is known that they are still alive even though trapped in the mine as deep as 700 meters. And, they must wait patiently until 7 weeks, before drilling machine broke through the hole where they had taken refuge. 

Yes, humans can survive for 40 days without food, four days without drinking, 4 minutes without breathing. However, human beings can not live even for 4 seconds, if he does not have the spirit and hope. That is why in the middle of the crush and the early stages of persecution against the Romans, Paul counseled that every believer in dependence on God - the source of hope, joy, peace. In the midst of the pressure though, He was able to give strength and hope. Thus, the strong can help the weak and tired. With such harmony, people of faith that glorifies God. 

As the world considers Chile's 33 miners heroes, with hard Henriques - one of them - reject. he said, "We are not heroes, and if there is a hero, it is the spirit that is given by God, which makes us survive". Apparently, during in the mine and he read some Bible verses to his friends, to keep their spirits up. 

Let's live life with gusto. Moreover, to perform duties as a witness of Christ: bless and help a lot of people around us who live in despair. 

GIVEN LIFE TO lived with the Lord LIT THEN THE MEANING OF THE SPIRIT THAT WE BE BLESSING.

AKHIR SEBUAH KISAH


Kemudian matilah ia pada waktu telah putih rambutnya, lanjut umurnya, penuh kekayaan dan kemuliaan , kemudian naiklah rajalah Salomo, anaknya, menggantikan dia [1 Tawarikh 29:28]

Sebuah kisah tentu ada akhirnya. Ada yang berakhir dengan bahagia, tetapi banyak juga yang berakhir sedih, bahkan tragis. Kalau kita diminta untuk memilih, tentu kita akan memilih kisah yang berakhir bahagia, apalagi kalau itu kisah hidup kita sendiri. Bahkan ada gurauan bahwa kalau bisa kita mengalami masa kecil yang indah, masa muda yang nikmat dan bahagia, lalu di masa tua tinggal menikmati kekayaan dan menunggu masuk surga. tentu ini realistis.

Hidup Daud dapat dikatakan sukses. Ia sukses menjadi raja dan kaya raya dan penuh kemuliaan. Anaknya, Salomo - raja yang akan terkenal karena hikmatnya - akan menggantikannya sebagai raja. Daud, raja sekaligus prajurit sejati, wafat saat usianya sudah tua dan meninggalkan banyak kesan: Karyanya, hikmatnya, kesalehannya, doa-doanya. memang ada raja Israel lain yang lebih makmur dan lebih lama memerintah daripada Daud, tetapi tak ada raja yang lebih saleh darinya. Hingga ia bahkan dihubungkan dengan mesias yang dijanjikan. Ya, Yesus bahkan juga disebut sebagai Anak Daud.

Ketika kita kelat meninggalkan dunia ini, apakah yang kita inginkan agar di ingat orang-orang mengenai kita? Keberhasilan atau kegagalan kita? Apakah perjalanan hidup dan iman yang telah kita perjuangkan bisa menjadi teladan bagi orang-orang yang kita tinggalkan? kiranya bukan sekadar akhir bahagia yang kita inginkan terjadi di hidup kita, melainkan hidup yang telah selesai melaksanakan rancangan Allah bagi kita. Bahwa melalui hidup kita, banyak orang dapat merasakan kasih Tuhan. Melalui hidup kita, nama kristus dimuliakan.

HIDUP YANG SUKSES BUKAN SEKADAR MEMENUHI CITA-CITA PRIBADI MELAINKAN JUGA MEMENUHI CITA-CITA TUHAN MENCIPTAKAN KITA..


[END OF A TALE] 

Then he died in a good hair, aged, full of riches and glory, then take the king has Solomon, his son, succeeded him [1 Chronicles 29:28] 

A story is certainly no end. There is a happy ending, but many also ended a sad, even tragic. If we are asked to choose, we would pick the story with a happy ending, especially if it's the story of our own lives. There is even a joke that if we can experience a happy childhood, youth delights and happy, and in old age live to enjoy the wealth and waiting to go to heaven. This is certainly realistic. 

David's life can be said to be successful. He went on to become kings and rich and full of glory. His son, Solomon - a king who would best known for his wisdom - will succeed him as king. David, the king once true soldier, died when he was already old and left a lot of impressions: His work, wisdom, piety, prayers. king of Israel there was another, more prosperous and a longer reign than David, but there is no more pious king from him. Until he was even linked with the promised messiah. Yes, Jesus even called the Son of David. 

When we leave this earth chelates, whether we want that people remember about us? Our success or failure? Do the journey of life and faith that we have done can be an example to those we leave behind? presumably not just the happy ending that we want to happen in our life, but life that have finished executing God's plan for us. That through our lives, many people may feel God's love. Through our life, the name of Christ be glorified. 

SUCCESSFUL LIFE NOT JUST MEET THE DREAMS BUT ALSO PRIVATE DREAMS MEET OUR GOD CREATED.

ADA SAATNYA MENYERAH


Beginilah firman TUHAN kepadaku: "Buatlah tali pengikat dan gandar, lalu pasanglah itu pada tengkukmu! [Yeremia 27:2]

Yos memukul tengkuk lelaki itu hingga pingsan. Ia terpaksa melakukannya karena pria itu terus meronta dan menyulitkan saat hendak ditolong dalam proses evakuasi di laut. ketika ia dibuat tak berdaya, Yos bisa merangkul leher pria itu dan berenang membawanya ke pantai.

Bacaan hari ini secara mencengangkan menceritakan bahwa ada saat untuk menyerah, untuk menaklukkan diri kepada orang yang mungkin bukan sahabat kita, bahkan merupakan musuh yang akan mengambil hak kita. Tentu sepanjang hal itu dikehendaki Tuhan. Gandar kayu di-tengkuk Yeremia adalah gambarnya. Yeremia diminta memberi tahu raja-raja tetangga bahwa seluruh negeri telah diserahkan ke tangan Nebukadnezar, raja Babel, dan mereka harus takluk kepadanya agar tidak mati oleh pedang, kelaparan, penyakit. Ini pun berlaku bagi Yehuda yang saat itu diperintahkan raja Zedekia. Ini perintah yang sulit dan tak menyenangkan untuk dilakukan, terutama oleh bangsa yang "tegar tengkuk".

Mungkin ada saatnya kita bertanya; mengapa Tuhan menaruh kita diposisi tidak berdaya, mengapa Tuhan seolah-olah melukai ego kita dan tidak membiarkan kita bangkit. Belajar dari kisak evakuasi laut yang dilakukan Yos, ada saatnya ketidakberdayaan itu membantu proses kita diselamatkan dari bahaya yang lebih besar. sayangnya dalam lanjutan bacaan ini, kerajaan Yehuda tidak mau menyerah hingga mereka berakhir di ujung pedang dan pembuangan di Babel.

kita mungkin diizinkan Tuhan untuk tidak berdaya, tetapi bukan berarti Tuhan juga sedang tanpa daya. Jika kita meyakini segala sesuatu tetap dalam kendali Tuhan, kita bisa belajar menyerah pada kehendak Tuhan tanpa takut dan ragu.

TUHAN TIDAK SEDANG TINGGAL DIAM SAAT DIA MEMINTA KITA UNTUK MENYERAH.



[NO TIME TO GIVE UP] 


Thus saith the Lord came to me: "Make strap and axle, and then install it on your neck! [Jeremiah 27: 2] 

Josh hit the nape him unconscious. He was forced to do so because he continued to struggle and make it difficult when they want to be helped in the evacuation at sea. when he made a helpless, Jos could embrace his neck and took him to the beach to swim. 

Reading today is astonishing to tell that there is a time to give up, to conquer yourself to people who may not be our friends, even an enemy that would take away our rights. Of all the things that God desired. Wooden yoke on the neck of Jeremiah-was drawing. Jeremiah was asked to tell the kings neighbors that the whole country has been left in the hands of Nebuchadnezzar, king of Babylon, and they must submit to him in order not to die by the sword, famine, disease. This also applies to Judah now ordered King Zedekiah. This is a tall order and not fun to do, especially by people who are "stubborn". 

Perhaps there are times when we ask; why God put us in position helpless, why God as if hurt our ego and do not let us get up. Learning from the sea evacuation kisak conducted Jos, there are times when it helps the powerlessness we saved from greater danger. unfortunately in the continuation of this reading, the kingdom of Judah would not give up until they expire at the end of the sword and captivity in Babylon. 

we may be permitted by God to helpless, but it does not mean that God also is without power. If we believe everything remains in God's control, we can learn to surrender to God's will without fear and doubt. 

GOD DO NOT STAY SILENT WHEN HE WAS ASKING US TO GIVE UP.

Sabtu, 01 Agustus 2015

AKHIR SEBUAH KISAH


Kemudian matilah ia pada waktu telah putih rambutnya, lanjut umurnya, penuh kekayaan dan kemuliaan , kemudian naiklah rajalah Salomo, anaknya, menggantikan dia [1 Tawarikh 29:28]

Sebuah kisah tentu ada akhirnya. Ada yang berakhir dengan bahagia, tetapi banyak juga yang berakhir sedih, bahkan tragis. Kalau kita diminta untuk memilih, tentu kita akan memilih kisah yang berakhir bahagia, apalagi kalau itu kisah hidup kita sendiri. Bahkan ada gurauan bahwa kalau bisa kita mengalami masa kecil yang indah, masa muda yang nikmat dan bahagia, lalu di masa tua tinggal menikmati kekayaan dan menunggu masuk surga. tentu ini realistis.

Hidup Daud dapat dikatakan sukses. Ia sukses menjadi raja dan kaya raya dan penuh kemuliaan. Anaknya, Salomo - raja yang akan terkenal karena hikmatnya - akan menggantikannya sebagai raja. Daud, raja sekaligus prajurit sejati, wafat saat usianya sudah tua dan meninggalkan banyak kesan: Karyanya, hikmatnya, kesalehannya, doa-doanya. memang ada raja Israel lain yang lebih makmur dan lebih lama memerintah daripada Daud, tetapi tak ada raja yang lebih saleh darinya. Hingga ia bahkan dihubungkan dengan mesias yang dijanjikan. Ya, Yesus bahkan juga disebut sebagai Anak Daud.

Ketika kita kelat meninggalkan dunia ini, apakah yang kita inginkan agar di ingat orang-orang mengenai kita? Keberhasilan atau kegagalan kita? Apakah perjalanan hidup dan iman yang telah kita perjuangkan bisa menjadi teladan bagi orang-orang yang kita tinggalkan? kiranya bukan sekadar akhir bahagia yang kita inginkan terjadi di hidup kita, melainkan hidup yang telah selesai melaksanakan rancangan Allah bagi kita. Bahwa melalui hidup kita, banyak orang dapat merasakan kasih Tuhan. Melalui hidup kita, nama kristus dimuliakan.

HIDUP YANG SUKSES BUKAN SEKADAR MEMENUHI CITA-CITA PRIBADI MELAINKAN JUGA MEMENUHI CITA-CITA TUHAN MENCIPTAKAN KITA.


[END OF A TALE] 

Then he died in a good hair, aged, full of riches and glory, then take the king has Solomon, his son, succeeded him [1 Chronicles 29:28] 

A story is certainly no end. There is a happy ending, but many also ended a sad, even tragic. If we are asked to choose, we would pick the story with a happy ending, especially if it's the story of our own lives. There is even a joke that if we can experience a happy childhood, youth delights and happy, and in old age live to enjoy the wealth and waiting to go to heaven. This is certainly realistic. 

David's life can be said to be successful. He went on to become kings and rich and full of glory. His son, Solomon - a king who would best known for his wisdom - will succeed him as king.  
David, the king once true soldier, died when he was already old and left a lot of impressions: His work, wisdom, piety, prayers. king of Israel there was another, more prosperous and a longer reign than David, but there is no more pious king from him. Until he was even linked with the promised messiah. Yes, Jesus even called the Son of David. 

When we leave this earth chelates, whether we want that people remember about us? Our success or failure? Do the journey of life and faith that we have done can be an example to those we leave behind? presumably not just the happy ending that we want to happen in our life, but life that have finished executing God's plan for us. That through our lives, many people may feel God's love. Through our life, the name of Christ be glorified. 

SUCCESSFUL LIFE NOT JUST MEET THE DREAMS BUT ALSO PRIVATE DREAMS MEET OUR GOD CREATED.

ADA SAATNYA MENYERAH


Beginilah firman TUHAN kepadaku: "Buatlah tali pengikat dan gandar, lalu pasanglah itu pada tengkukmu! [Yeremia 27:2]

Yos memukul tengkuk lelaki itu hingga pingsan. Ia terpaksa melakukannya karena pria itu terus meronta dan menyulitkan saat hendak ditolong dalam proses evakuasi di laut. ketika ia dibuat tak berdaya, Yos bisa merangkul leher pria itu dan berenang membawanya ke pantai.

Bacaan hari ini secara mencengangkan menceritakan bahwa ada saat untuk menyerah, untuk menaklukkan diri kepada orang yang mungkin bukan sahabat kita, bahkan merupakan musuh yang akan mengambil hak kita. Tentu sepanjang hal itu dikehendaki Tuhan. Gandar kayu di-tengkuk Yeremia adalah gambarnya. Yeremia diminta memberi tahu raja-raja tetangga bahwa seluruh negeri telah diserahkan ke tangan Nebukadnezar, raja Babel, dan mereka harus takluk kepadanya agar tidak mati oleh pedang, kelaparan, penyakit. Ini pun berlaku bagi Yehuda yang saat itu diperintahkan raja Zedekia. Ini perintah yang sulit dan tak menyenangkan untuk dilakukan, terutama oleh bangsa yang "tegar tengkuk".

Mungkin ada saatnya kita bertanya; mengapa Tuhan menaruh kita diposisi tidak berdaya, mengapa Tuhan seolah-olah melukai ego kita dan tidak membiarkan kita bangkit. Belajar dari kisak evakuasi laut yang dilakukan Yos, ada saatnya ketidakberdayaan itu membantu proses kita diselamatkan dari bahaya yang lebih besar. sayangnya dalam lanjutan bacaan ini, kerajaan Yehuda tidak mau menyerah hingga mereka berakhir di ujung pedang dan pembuangan di Babel.

kita mungkin diizinkan Tuhan untuk tidak berdaya, tetapi bukan berarti Tuhan juga sedang tanpa daya. Jika kita meyakini segala sesuatu tetap dalam kendali Tuhan, kita bisa belajar menyerah pada kehendak Tuhan tanpa takut dan ragu.

TUHAN TIDAK SEDANG TINGGAL DIAM SAAT DIA MEMINTA KITA UNTUK MENYERAH.


[NO TIME TO GIVE UP] 

Thus saith the Lord came to me: "Make strap and axle, and then install it on your neck! [Jeremiah 27: 2] 

Josh hit the nape him unconscious. He was forced to do so because he continued to struggle and make it difficult when they want to be helped in the evacuation at sea. when he made a helpless, Jos could embrace his neck and took him to the beach to swim. 

Reading today is astonishing to tell that there is a time to give up, to conquer yourself to people who may not be our friends, even an enemy that would take away our rights. Of all the things that God desired. Wooden yoke on the neck of Jeremiah-was drawing. Jeremiah was asked to tell the kings neighbors that the whole country has been left in the hands of Nebuchadnezzar, king of Babylon, and they must submit to him in order not to die by the sword, famine, disease. This also applies to Judah now ordered King Zedekiah. This is a tall order and not fun to do, especially by people who are "stubborn". 

Perhaps there are times when we ask; why God put us in position helpless, why God as if hurt our ego and do not let us get up. Learning from the sea evacuation kisak conducted Jos, there are times when it helps the powerlessness we saved from greater danger. unfortunately in the continuation of this reading, the kingdom of Judah would not give up until they expire at the end of the sword and captivity in Babylon. 

we may be permitted by God to helpless, but it does not mean that God also is without power. If we believe everything remains in God's control, we can learn to surrender to God's will without fear and doubt. 

GOD DO NOT STAY SILENT WHEN HE WAS ASKING US TO GIVE UP.

Pages - Menu

 
 
Blogger Templates