skip to main |
skip to sidebar
Moralitas merupakan kewajiban, sedangkan tata karma adalah aturan sebagai seorang manusia.
Merampas milik orang lain karena serakah, sesunguhnya adalah menciderai kepribadian diri sendiri.
Berikrar dan membangun cita-cita luhur serta memahaminya melalui penerapan nyata, baru bisa menampilkan akhlak yang mulia.
Orang yang memahami tata karma dalam menjalani hidup, tentu tahu menyayangi diri sendiri dan bisa menyayangi orang lain.
Berikrar dan membangun cita-cita merupakan kekuatan pendorong untuk menciptakan kebahagiaan hidup.
Setinggi apa pun pendidikan seseorang, terpenting adalah tidak lupa pada kewajiban dan bisa menjaga perilaku yang baik.
Citra yang terlihat di luar bisa mencerminkan akhlak dalam diri seseorang.
Langkah pertama untuk membangun kepribadian adalah "kepercayaan"
Mempunyai tekad, tentu akan berusaha agar mencapai kemajuan; Tanpa tekad, tentu akan mengalami kemerosotan.
Jika ingin menjernihkan batin manusia, hendaknya menyalakan pelita hati diri sendiri terlebih dahulu, kemudian bertindak sebagai seorang pembawa pelita untuk menerangi jalan bagi orang lain.
Kekacauan yang terjadi di daam masyarakat bersumber pada hati manusia yang tidak kenal puas.
Bila setiap orang memiliki niat suci di dalam hati, jika dipadukan akan bisa berubah alam yang kotor menjadi alam yang suci.
Percaya diri sendiri tanpa pamrih dan percaya setiap orang punya cinta kasih.
Dengan merubah dan menyucikan batin diri sendiri, baru bisa merubah dan menyucikan batin orang lain.
Berpuas diri dan sedikit nafsu keinginan merupakan sumber kekayaan besar, mau berjerih payah tanpa sesal merupakan kekuatan tekad yang maha besar.
Etika dan moral adalah harapan bagi umat manusia, juga merupakan landasan dari kehidupan bahagia.
Orang yang memiliki tata karma akan disenangi setiap orang, orang yang berpegang pada prinsip yang benar akan dihormati setiap orang.
Hendaknya berpegang teguh pada ketulusan, perilaku yang benar, kepercayaan dan kejujuran.
Biar pun menghadapi berbagai hambatan dalam kehidupan, tetap harus melangkah maju, baru bisa semakin dekat ke tujuan.
Tak peduli berada pada profesi apa pun, hendaknya dapat menunaikan kewajiban dengan baik dan giat berusaha untuk mencapai kemajuan, dengan demikian baru bisa meraih kesuksesan di dalam karir.
Bertambahnya satu kebiasaan baik akan mengurangi satu kebiasaan buruk.
Pernyataan cinta kasih tanpa pamrih yang disampai dengan tulus bisa menjernihkan segala yang kotor.
Saring berita gosip penuh pengertian, agar aliran semangat yang keruh berubah menjadi aliran semangat yang jernih.
Dengan menjaga kondisi batin dengan baik, masyarakat akan damai sejahtera; jika batin selalu dapat dalam kondisi tenang tenteram, dunia akan penuh dengan keberkahan.
Jika selalu berkeinginan untuk mengubah orang lain, tanpa mau memperbaiki perilaku diri sendiri, itu akan menyebabkan kondisi batin menjadi tidak selaras.
Sikap berbakti yang sesunguhnya adalah membangun kepribadian dan menerapkan pembinaan diri di jalan yang benar.
Dalam menjernihkan batin manusia diperlukan dedikasi dengan penuh cinta kasih, bimbingan dengan kebijaksanaan dan pendampingan dengan penuh kesabaran.
Dalam mempelajaran ajaran Tuhan, harus belajar untuk "memahami prinsip kebenaran, menggenggam kesempatan dalam hidup dan berbuat dalam tindakan nyata".
Belas kasih harus dibangkitkan dari dalam sanubari, sedangkan menciptakan keberkahan harus melalui tindakan nyata.
Orang yang memiliki ilmu pengetahuan belum tentu memiliki kebijaksanaan, hanya orang yang memiliki kebijaksanaan saja yang mampu memberi manfaat kepada orang banyak.
Ilmu pengetahuan hanya membuat diri seseorang memahami apa yang sudah dipelajarinya, sedangkan kebijaksanaan membuat seseorang mampu memahami prinsip kebenaran dengan baik.
Jika tidak tahu bahwa kehidupan adalah sebuah penderitaan, maka kebijaksanaan tidak akan bisa dibangkitkan.
Ketika berdedikasi dengan cinta kasih harus dibarengi dengan rasa syukur, karena diri kita memiliki berkah dan kemampuan yang melebihi orang lain.
Jika memandangan orang dengan mata batin yang jernih, tentu tidak akan berbenturan dengan orang lain.
Tujuan dari kegiatan mendaur ulang sumber daya alam, terletak pada upaya penggalakan dan pendidikan agar setiap orang tahu menghargai keberkahan.
Hubungan antara pasangan suami isteri hendaknya dibangun atas dasar siapa yang lebih mencintai, bukan siapa yang lebih ditakuti.
Keharmonisan ditampil di wajah sebagai senyuman, wajah penuh senyum adalah wajah yang paling damai dan harmonis.
Jika diri sendiri ingin bahagia, upayakan agar orang lain bahagia lebih dulu; jika diri sendiri ingin berhasil, saksikan dulu keberhasilan orang lain.
Jika ingin terbebas dari kerisauan dan mendapatkan kenyamanan batin, kita mesti memiliki kemampuan untuk berpengertian dan bertoleransi.
Optimisme dan pesimisme adalah dua sisi dari sebuah mata uang, asal mau berubah niat pikiran, maka pesimisme bisa berubah menjadi optimisme.
Jika bersungguh hati, kebenaran berada dihadapan mata; jika tidak sungguh hati, kebenaran sejati berada jauh di ujung langit.
Lapang hati dan toleransi adalah sumber dari kebahagiaan hidup.
Denga hati maha kasih mempratikkan cinta kasih universal, dengan daya maha bijaksanaan mengatasi segala kerisauan.
Menciptakan keberkahan bagi masyarakat banyak, berarti memperkaya batin sendiri.
Senyum dan doa yang tulus merupakan kekuatan besar yang bisa menenangkan hati orang.
Jika hati tulus dan berperilaku benar, tentu akan mendapatkan pengakuan dan kepercayaan orang.
Cinta kasih adalah menjaga baik-baik kondisi hati sendiri, ke dalam batin tidak timbul kerisauan dan ke luar tubuh tidak merusak citra diri.
Kita hanya punya hak pakai, tidak punya hak memiliki atas kehidupan.
Orang yang bersedia mengakui kesalahan dan mau memperbaikinya dengan rendah hati, tentu akan mampu menumbuhkan kebijaksanaan.
Dengan menunaikan kewajiban diri, seseorang akan memperoleh kemampuan.
Orang awam sulit terhindarkan dari kekurangan, jika berani untuk berubah dan memperbaikinya, pasti akan memperoleh kehidupan yang indah sempurna.
Jaga agar kondisi batin tetap suci dan bersih, tidak serakah dan tenang tenteram, maka hidup akan aman dan selamat.
Dunia memerlukan kedamaian, masyarakat memerlukan rasa aman dan sejahtera, batin manusia memerlukan suasana penuh keharmonisan.
Seberapa banyak kita beramal demi masyarakat, sebegitu pula perasaan aman dan tenteram yang diperoleh.
Lahan batin manusia bagaikan sepetak sawah, jika tidak ditanami benih yang baik, juga tidak akan menghasilkan buah yang baik.
Jalan kehidupan memang penuh rintangan dan sulit untuk dijalani, namun asalkan bersedia untuk dedikasi dengan ikhlas dan hati yang selalu dipenuhi dengan perasaan sukacita, maka tidak akan terasa sebagai penderitaan.
Dalam masalah hidup atau mati, jika dapat menerimanya dengan hati ikhlas dan memahaminya dengan pikiran baik, batin tentu akan berada dalam kondisi tenang dan tanpa beban.
Hendaknya bersatu hati demi kebajikan, bukan saling bersaing.
Berpuas hati dan bersyukur adalah menanam benih keberkahan; berpengertian dan bertoleransi adalah menghapus akibat buruk dari masa lampau.
Kesuksesan merupakan pengembangan dari keunggulan yang ada pada diri seseorang; sedangkan kegagalan merupakan akumulasi dari berbagai kekurangan yang ada pada diri seseorang.
Jika kita menemukan seseorang berbuat salah, harus "ingatkan dengan sikap menghargai"; jika kita dikoreksi oleh orang lain, hendaknya "menerima dengan rasa terima kasih".
Jika ingin berada dalam kondisi aman dan selamat pada hari esok, hendaknya dimulai dengan menjalani hari ini sebaik mungkin.
Jika menginginkan kehidupan penuh sukacita, terlebih dahulu harus belajar bagaimana menjadi seorang yang berprilaku baik; untuk itu, terlebih dahulu harus tahu bagaimana mengasihi sesama.