Pages

Ads 468x60px

Rabu, 03 Desember 2014

BERADA DALAM POSISI YANG BENAR


Tahukah kamu bahwa tubuh manusia didesain untuk menyembuhkan dirinya sendiri? Banyak masalah kesehatan dapat dengan mudah disembuhkan jika tubuh kita siap. Kamu mungkin bergumul secara konstan dengan beberapa masalah fisik, tetapi mungkin yang kamu butuhkan hanyalah hidup dengan cara yang lebih sehat dan lihat hasilnya. Tentunya tidak semua hal dapat disembuhkan sendiri oleh tubuh kita, tetapi Tuhan telah berjanji untuk menyembuhkan & memberkati kamu jika kamu setia dan kamu dalam posisi yang benar untuk disembuhkan.

Perhatikan kebiasaan-kebiasaanmu sehari-hari dan gaya hidupmu, mungkin terdapat hal positif yang perlu kamu lakukan dengan lebih tekun dan setia. Memang kedengarannya mudah, tetapi dibutuhkan komitmen yang sungguh-sungguh untuk membuat hal tersebut terjadi dan terdampak.

Menempatkan dirimu diposisi yang benar sangat diperlukan untuk menerima berkat & kesembuhan dari Tuhan. "Aku akan memulihkan kesehatanmu dan menyembuhkan luka-lukamu, "Kata Tuhan"


Doa hari ini:
Tuhan, terima kasih untuk janji-Mu bahwa Engkau akan memberkati dan menyembuhkan aku. Kiranya aku beroleh kekuatan dan dedikasi untuk berurusan dengan area-area dalam hidupku yang bermasalah dan menjadi siap untuk menerima berkat-berkat dari-Mu. Di dalam nama Yesus. Amin.

                                             Tuhan memberkati

CINTA BUKAN ASMARA


Cinta dan asmara itu seperti anggur dan es krim. Semakin anggur lama akan semakin nikmat dan mahal, sedangkan es krim makin lama akan meleleh dan membusuk"

Membuktikan kualitas sebuah benda cukup mudah, uji saja dengan waktu. Waktu mengungkapkan segalanya. Semakin berkualitas sebuah benda, ia akan semakin tahan terhadap waktu.

Waktu juga sanggup mengungkapkan kualitas cinta. Mudah berkata "cinta" saat kita baru saja berkenalan dengan orang yang sepertinya menyenangkan dan berkenan di hati kita. Tapi tidak banyak yang sanggup bertahan untuk mengatakan "cinta" saat mereka sudah tua.

Jangan heran kalau bertemu dengan pasangan yang baru 1-2 bulan berpacaran. Mereka akan berkata "I'm falling in love" Tapi benarkah itu cinta? Kalau itu memang cinta mengapa banyak yang tidak bertahan? Jangankan sampai tua dan mati, bertahan sampai ke gerbang pernikahan saja tidak.

Itu bukan cinta. Itu hanya asmara. Cinta itu kekal dan tahan terhadap waktu. Cinta itu selalu ada baik saat kamu dimengerti mupun tidak. Cinta selalu ada baik saat kamu tertawa maupun kamu marah. Cinta selalu ada baik saat kamu diperhatikan atau tidak. Cinta selalu ada baik saat tenang maupun saat dalam pertengkaran. Cinta selalu ada, karena ia tidak pernah dipengaruhi waktu.

Tetapi asmara hanyalah muncul saat kita merasa diperhatikan, diuntungkan, dimengerti, dan disenangkan. Asmara mudah meleleh dan busuk. Saat situasi tidak menyenangkan asmara akan segera lenyap dan meninggalkan kita.

Sudahkah kamu memilki cinta? Atau yang kamu miliki hanya sekedar asmara?

MENGERTIKAH ENGKAU?


Pernah ada anak laki dengan watak yang buruk. Ayahnya memberi sekantong penuh paku, dan menyuruhnya memaku satu batang paku dipagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang dipagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.


Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar.

Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata:

"Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal ini selalu meninggalkan luka seperti pada pagar."

"Kau bisa menusuk pisau dipunggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka."

"Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya sama perihnya seperti luka fisik."

"kawan-kawan adalah perhiasan yang langkah."

"Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat."

"Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu."

"Tunjukkanlah kepada teman-temanmu betapa kau menyukai mereka."

Selasa, 02 Desember 2014

BOLEHKAH KUMPUL KEBO ?


Tetapi sekarang Aku berkata kepadamu: barangsiapa memandang seorang wanita dengan nafsu berahi, orang itu sudah berzinah dengan wanita itu di dalam hatinya. - Matius 5:28

Kumpul kebo dalam bahasa Belandanya disebut Samenleven dan dalam bahasa trendinya adalah Living Together tetapi yang dimaksudkan adalah kumpul kebo. Istilah kumpul kebo berasal dari masyarakat Jawa tradisional (generasi tua). Secara gamblangnya pasangan yang belum menikah, tapi sudah tinggal di bawah satu atap. Perilaku itu dianggap sama seperti kebo.

Pada umumnya kumpul kebo dilakukan karena tidak tahan, sudah ingin cepat-cepat menikah, tetapi sikon tidak mengijinkan, umpahnya sekolah/kuliah belum selesai, orang tua tidak mengijinkan, belum punya gawean, usia masih terlalu muda, tetapi dilain pihak dorongan kebutuhan biologis atau naruni seks selalu mendapat rangsangan dan godaan dari luar. Inilah penyebab utama, kesukaran, prolem dan godaan yang makin serius bagi orang-orang muda, sehingga akhirnya kaum remaja berjatuhan, tak tahan godaan untuk melakukan hubungan bebas atau pun kumpul kebo.

Bagaimana tanggapan gereja terhadap kasus kumpul kebo? Bolehkah kumpul kebo, karena kasus-kasus yang ada di atas? Apakah ini juga menyangkut masalah dosa? kalau melihat ungkapan Matius bahwa melihat wanita saja sudah dianggap berzinah, apalagi kumpul kebo. Berarti bisa ditarik kesimpulan bahwa kumpul kebopun adalah perzinahan. Karena tidak mungkin dua orang yang berlainan jenis tinggal dalam satu atap, terus tidak melakukan hubungn badan. Alkitab dengan tegas bahwa kumpul kebo adalah dosa zinah (Kejadian 20:14). Selain itu kumpul kebo adalah HTS (hubungan tanpa status atau bisa juga hubungan tanpa pemberkatan gereja).

Hukum ketujuh dalam 10 hukum Allah yang melarang perzinahan (Imamat 20:10; Ulangan 22:22) meliputi semua tindakan percabulan dan dosa seksual (Matius 5:27-32; 1 Korintus 6:13-20). Perzinahan (yaitu ketidaksetiaan kepada pasangan hidup) demikian keji dihadapan Allah sehingga seluruh Alkitab mengutuknya. Hanya sayangnya di mimbar gereja jarang ada khotbah mengenai kumpul kebo. maklum, disana tidak ada kebo, yang ada hanya domba-domba saja. Sebenarnya ini harus menjadi tanggungjawab gereja kepada jemaatnya untuk menyatakan bahwa kumpul kebo adalah dosa dan orang yang melakukan kumpul kebo, hidup dalam dosa perzinahan, selama kumpul kebo itu berlangsung. Apapun alasannya, kumpul kebo tidak dibenarkan oleh Alkitab. Jadi disarankan bagi yang kumpul kebo cepatlah menikah dan meminta peneguhan dari Tuhan sehingga tidak hidup dalam dosa. Kumpul kebo....Ogah!

Melangkah dari Masa Lalu


Jika Anda mengalami trauma pada masa
lalu yang begitu membekas. Trauma ini
lantas Anda gunakan sebagai 'kambing
hitam' atas keterpurukan Anda saat ini.
Anda terus terikat dengannya, meski
itu menyakitkan.

Bila Anda tak bisa lepas dari trauma,
maka coba tanyakanlah hal ini pada diri
Anda:

"Berapa banyak luka lagi yang akan saya biarkan diderita oleh diri saya sendiri? Apakah trauma ini pantas menghancurkan seluruh sisa hidup saya? Siapa yang berkuasa disini, diri saya--ataukah trauma?"
Perhatikanlah daun-daun yang mati dan
berguguran dari pohon, ia sebenarnya
memberikan hidup baru pada pohon.
Bahkan sel-sel dalam tubuh kita pun
selalu memperbaharui diri.
Segala sesuatu di alam ini memberikan
jalan kepada kehidupan yang baru dan
membuang yang lama. Satu-satunya yang
menghalangi kita untuk melangkah dari masa lalu adalah pikiran kita sendiri.
Beban berat masa lalu, dibawa dari
hari ke hari. Berubah menjadi
ketakutan dan kecemasan, yang
kemudian pada akhirnya akan
menghancurkan hidup Anda sendiri.


Temanku yang teguh hatinya,
ingatlah hanya seorang pemenanglah
yang bisa melihat potensi, sementara
seorang pecundang sibuk mengingat
masa lalu.
Bila kita sibuk menghabiskan waktu dan energi kita memikirkan masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan, maka kita tidak memiliki hari ini untuk disyukuri.
Saat kita merasa sedih dan putus asa,
atau bahkan menderita, coba renungkan
keadaan di sekitar kita. Barangkali
masih banyak yang lebih parah
dibandingkan kita?
Tetaplah tegar dan percaya diri,
berpikir positif dan optimis,
berjuang terus, dan pantang mundur.
Itu baru temannya David Chen Yasaki Kurata.

Senin, 01 Desember 2014

KATA-KATA


Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka mengemakannya, akan memakan buahnya. Amsal 18:21

Kata bisa setajam pedang, sepekak senapan, segelegar granat. kata layaknya senjata pemicu, bisa digunakan berseteru dan memang bisa mengorbarkan pertempuran. Pernahkan Anda terluka oleh komentar yang menyakiti hati? Seorang teman sambil tertawa mungkin bisa mencederai hati Anda dengan kata-kata tak senonoh yang bodoh. Sebaliknya, Anda barangkali juga pernah bicara di balik punggung seseorang, menebar sindiran, kata-kata satiris yang melukai hati. Adakalanya kita menciptakan masalah demi masalah dengan menggunakan lidah jahil, mulut yang bocor.

Lidah adalah organ tubuh yang kecil, tersembunyi dalam mulut kita, tetapi bisa cukup lentur menyeruakkan kata-kata jahat. Lidah bisa meletuskan perseteruan dalam keluarga dan permusuhan di antara sahabat. Kita bisa saja bertindak bodoh, asal bicara tanpa berpikir dahulu, dan melukai perasaan orang lain. Kitab Amsal 29:20 mengatakan. "kaulihat orang yang cepat dengan kata-katanya; harapan lebih banyak bagi orang bebal daripada bagi orang itu. "Tepatnya, secara tersirat amsal ini hendak mengatakan: Jangan bertindak bodoh, berpikir dahulu sebelum bicara!

Hati-hatilah dengan mulut kita, sebab "Bibir orang bebal menimbulkan perbantahan, dan mulutnya berseru meminta pukulan. Orang bebal dibinasakan oleh mulutnya, bibirnya adalah jerat bagi nyawanya" (Amsal 18: 6-7). Tentang hal ini Salomo ingin menegaskan, "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya" (Amsal 18:21). Tetapi, ada saja orang yang gemar menggunakan lidahnya untuk mencederai, menista, menindas, memfitnah, bahkan membunuh. Selalu ada orang yang dengan sengaja mencari cara-cara jahat untuk menghancurkan orang lain. "Mereka melunturkan lidahnya seperti busur; dusta dan bukan kebenaran....Lidah mereka adalah anak panah yang membunuh, perkataan dari mulutnya adalah tipu; mereka berbicara damai dengan temannya, tetapi dalam hatinya mereka merancang pengadangan terhadapnya" (Yeremia 9:3, 8).

Lidah seharusnya membangun kehidupan, menyerukan kata-kata damai sejahtera, melantunkan perkataan baik dan ucapan positif. Kata-kata kita seharusnya bisa untuk membangun kehidupan orang lain. Renungkanlah sejenak, kapan terakhir kali aku memberi semangat, membesarkan hati sahabat dan keluargaku? Marilah bertanya pada diri sendiri. Apakah yang kukatakan lebih sering menguatkan atau melemahkan orang lain? Blaise Pasca menganjurkan agar kita menggunakan perkataan yang baik. "Perkataan yang baik tidak mahal, tidak melecetkan lidah atau bibir. Walaupun tidak mahal, perkataan yang baik itu menyelesaikan banyak hal, membangkitkan sifat baik pada diri orang lain, dan menghasilkan citra diri yang sangat indah."

Tuhan, tolonglah aku mengendalikan kata-kataku, tidak untuk menyakiti, melainkan untuk membesarkan hati orang lain. Jauhkanlah kiranya mulutku dari perkataan yang bisa menjatuhkan seseorang, urapilah mulutku agar dapat mengucapkan kata-kata yang baik. Amin.

MUSUH TERBESAR DAN SAHABAT TERBAIK ANDA ADALAH KATA-KATA YANG ANDA UCAPKAN.

TENTANG MENJADI MEMBAWA DAMAI


"Orang yang bijaksana tahu untuk mengendalikan lidahnya dan orang itu dipuji karena memaafkan dan melupakannya" - Amsal 19:11

"Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi pembantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak" -Amsal 2:3


"Memulai pertengkaran adalah seperti membuka jalan air; jadi mundurlah sebelum pembantahan dimulai" - Amsal 15:18

"Sipemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang sabar memadamkan pembantahan" - Amsal 20:10

Alkitab memberikan banyak pemahaman tentang hal ini. Suatu kali pertengkaran diumpamakan dengan air dan jangan sampai membiarkannya keluar dari tangan. Bukankah itu gambaran yang tepat ? Apabila pembantahan dimulai, maka sulit untuk menghentikannya. Ayat lain mengatakan menghindari pembantahan membawa penghormatan. Itu karena Tuhan suka jika kita memilih untuk tidak bertengkar sama sekalipun yang ada pada kita ngotot berteriak bahwa kita benar.

Jadi, untuk menghindari pertengkaran, kita harus hati-hati dalam dua hal. Jangan memulainya, dan jika seorang lain memulainya kita harus cepat mengakhirinya.

Kasus pertama, Alkitab memberi peringatan bahwa kata-kata kasar akan menimbulkan kemarahan, kata-kata kasar membuat kita ingin mempertahankan diri, dan kemudian kita siap untuk membalas. Pembatahan bisa menjadi lingkaran yang tak berujung dari orang yang saling menghina. Pada kasus yang kedua, itu artinya kita harus mengesampingkan harga diri kita dan membuat keputusan, tidak peduli siapa yang salah; kita mengambil jalan tepat. Tuhan menghormati, bila demi Dia, kita memilih untuk menjadi pembawa damai.

                                           Tuhan memberkati

Pages - Menu

 
 
Blogger Templates