Pages

Ads 468x60px

Selasa, 01 Juli 2014

[ BAGIAN YANG SELAMAT ]



Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa....mereka akan menamakan Dia Imanuel [Matius 1:21-23]

Saat terjadi bencana longsor di Wasior, Papua Barat, ada banyak korban meninggal. Sayang, daerah bencana itu sulit dijangkau. Namun, seorang pemuda setia mengantar relawan dengan perahunya ke Wasior, dengan biaya murah. Cukup mengganti biaya bensin, ia bersedia berangkat kapan saja. Saat ditanya alasan ia mau membaktikan diri, jawabnya ialah karena ia adalah bagian dari mereka yang selamat. Orangtua, saudara, dan kerabatnya tewas dalam bencana itu. Sementara, ia selamat karena sedang keluar kota. Maka, itulah caranya menyikapi kepedihan. Bukan hanya meratap, melainkan berbuat sesuatu untuk sesamanya.

Dengan singkat, tetapi memesona, Matius menuturkan sukacita Natal yang pertama. Mesias yang dijanjikan Allah selama berabad-abad, telah datang. Orang Majus, yang dianggap kaum cerdik pandai dari dunia timur, sujud menyembah-Nya. Mereka datang tidak dengan tangan hampa, tetapi membawa upeti layaknya persembahan bagi raja.

Namun, secara mengejutkan Matius menyelipkan kisah pilu para ibu di Betlehem, yang meratap karena bayi mereka dibunuh tentara Herodes. Rupanya Herodes marah karena merasa dibohongi Orang Majus. Maka, ia memerintahkan pembunuhan itu karena tak mau seorang raja lain tumbuh dan kelat menumbangkan takhtanya. Akan tetapi, sepasang suami muda dengn berani membawa lari bayi mungil mereka, yakni bayi Yesus. Bayi yang kelat akan memberikan seluruh hidup-Nya untuk menebus dosa dunia. Termasuk dosa Anda dan saya! Sekarang, sebagai orang yang diberi hak hidup karena diselamatkan dari kematian kekal, apa yang seharusnya kita lakukan bagi mereka yang masih dikungkung dosa?

SEBAGAI ORANG YANG DIBEBASKAN DARI BENCANA KEMATIAN KITA HARUS TERUS MENCARI JIWA YANG PERLU DISELAMATKAN.

[ TOK! TOK! TOK! ]



....ia melahirkan seorang anak laki-laki....dan dibaringkan di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan [Lukas 2:7]

Tego bingung. Sutinah, istrinya, akan segera melahirkan. Karena kondisi Sutinah sudah lemah, bidan kampung merujuknya ke rumah sakit terdekat yang mempunyai program Jamkesmas. Sesampai di sana, Sutinah ditolak karena semua kamar untuk rawat inap sudah penuh. Tego tidak berani membawa Sutinah ke rumah sakit swasta karena tak sanggup membayar, tetapi juga tidak tega melihat istrinya kesakitan. Dengan langkah penuh harapan, ia menyusuri setiap lorong rumah sakit, berharap ada satu tempat tidur kosong yang lupa terdata oleh petugas rumah sakit supaya Sutinah bisa segera ditolong.

Langkah penuh harapan itu mungkin juga dialami Yusuf sesampai di Betlehem saat berusaha menemukan tempat menginap, sebab Maria hendak bersalin. Mungkin memang tak ada tempat di rumah penginapan yang mereka datangi. Mungkin juga ada, tetapi bukan untuk mereka. Atau memang ada, tetapi pemiliknya tidak mau repot karena melihat kondisi Maria yang hamil tua. Penulis Injil Lukas tidak menjelaskan lebih jauh selain bahwa akhirnya Maria melahirkan anak laki-laki yang dibungkus lampin dan dibaring di palungan, karena tak ada tempat bagi mereka di penginapan.

Kali ini "pintu" itu diketuk lagi. Bukan pintu rumah penginapan, melainkan "pintu hati" kita, sebab ke sanalah Yesus ingin "lahir". Ada baiknya mengambil waktu memeriksa hati. Jangan-jangan hati kita sesak oleh berbagai urusan sehingga tak ada ruang lagi bagi Yesus. Atau jika ada, ruang kosong di hati kita sudah di peruntukkan bagi hal lain. Atau, kita terlalu sibuk sekadar membuka hati bagi kelahiran Sang Juru Selamat. Tok! Tok! Tok!.

ADA BANYAK TEMPAT DI HATI KITA SUDAHKAN YESUS MENEMPATI BAGIAN UTAMANYA?

[ IBUKU, IDOLAHKU ]

Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya..? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau [Yesaya 49:15]

Semasa saya kecil, keluarga kami ada di ambang kemiskinan. Apabila kami makan, Ibu kerap mengambil lagi lauk di piringnya, untuk dibagi ke anak-anaknya. Hingga ia tinggal berlauk garam. Jika ditegur, ia berkata, "Mama sudah cukup. Kita mesti hemat supaya bisa mendukung kakak-kakakmu yang sekolah di luar kota. "Pada kali lain, saya sakit sampai berguling-guling. Dengan gemetar. Mama memeluk dan menguatkan saya. Lalu, sambil menangis ia berlutut dan berdoa, "Bapa, jika boleh saya saja yang menanggung derita anak ini, tolong jamah dia." Berbagai pengalaman tentang kasih, pangorbanan, dan perlindungan Ibu, sangat menolong saya memahami kasih Allah yang nyata. Bahkan, membawa saya untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Israel pernah kehilangan jati diri dan hidup tercela dalam pembuangan karena mengandalkan kekuatan sendiri serta bersandar kepada Mesir, sekutunya. Dalam kesusahannya, Israel kemudian menganggap Tuhan tak peduli pada penderitaan umat. Bahkan, menuduh-Nya sebagai seorang ibu yang tega meninggalkan bayinya. Namun, Tuhan menuntut Israel membuktikan hal itu. Sebab, sekalipun ada ibu yang melupakan bayinya, Tuhan sekali-kali tidak akan melupakan umat-Nya. Apabila kasih ibu sudah dianggap paling besar di bumi ini, betapa lebih besar dan kuatnya lagi kasih Allah yang tak pernah putus asa mendampingi dan menguatkan umat-Nya.

Para ibu yang terkasih, hidup Anda meninggalkan jejak yang dalam di kehidupan anak-anak. Teladanilah kasih Allah yng tak pernah melupakan anak-anak-Nya. Dan, jagalah hidup Anda agar menjadi jembatan bagi anak-anak untuk mengenal Allah.

IBU ADALAH SOSOK YANG SEHARUSNYA MEMBERI BANYAK KASIH
AGAR ANAK TAK HANYA KENAL DUNIA, TETAPI JUGA KENAL TUHAN

  • RENUNGKAN PARA IBU-IBU & TUHAN MEMBERKATI ANDA!

[ LUKISAN ESQUIVEL ]



Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya, "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa [1 Timotius 1:15]

Adolfo Esquivel, seniman Argentina, mengeluarkan serial lukisan ilustrasi jalan Salib yang unik. Ia menggambarkan bagaimana Kristus keluar dari sebuah penjara modern, dan memikul salib di antara jalanan yang sibuk, pabrik yang mencemarkan udara, penebangan pohon, rumah kumuh, dengan ditemani orang-orang negro korban rasisme, remaja penggangguran yang kecanduan obat, dan ibu-ibu yang anaknya "dihilangkan" oleh para politisi. Interpretasi modern terhadap karya Kristus ini mengingatkan saya kembali bahwa Kristus sesungguhnya juga datang bagi setiap mereka yang menderita di luar sana, saat ini.

Silsilah Kristus yang dicatat oleh Matius menegaskan bahwa Kristus hadir untuk semua orang. Ya, kita melihat nama Daud, sang raja besar Israel, di sana. Akan tetapi, ada juga Rahab, seorang perempuan Sundal, dan Rut, si wanita asing. Kristus datang dari silsilah dengan berbagai latar belakang hidup. Dan, semasa hidup di dunia pun, Ia bahkan bersedia ada bersama mereka yang dinomorduakan dan direndahkan masyarakat: perempuan, janda, pemungut cukai, orang miskin, penderita kusta, sampai nelayan dari Galilea [yang kala itu terkenal sebagai daerah kaum "kafir" dan warganya gemar berkelahi].

Mari kita terus mengingat bahwa Kristus ada bersama mereka yang merasa kerasnya kehidupan. Dia ada bersama orang-orang yang kita pinggirkan karena persaingan ekonomi dan perbedaan tingkat sosial. Apakah kita juga ada bersama mereka? Atau, jangan-jangan kita terlalu sibuk beraktivitas di dalam gedung gereja dan tidak memberkati keluar?

KRISTUS BERSEDIA HADIR DALAM PENDERITAAN MANUSIA
KIRANYA KITA MENELADANI PELAYANAN-NYA ITU.

[ KETIKA MARTA MARAH ]



Tuhan, tidakkah Engkau peduli bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruh dia membantu aku [Lukas 10:40]

Melayani Tuhan jelas merupakan aktivitas yang mulia, apa pun bentuknya. Oleh karena itu, seharusnya pelayanan dilakukan dengan sikap yang benar pula. Namun, terkadang orang mengalami kesamaran arah sehingga tidak dapat bersikap sebagaimana seharusnya. Banyak aktivitas gereja bisa marah karena mereka merasa sudah banyak berkorban untuk melayani, tetapi tidak dihargai. Tidak dibantu, malah dicela.

Ini mungkin yang terjadi pada Marta. Bagaimana bisa Maria membebankan semua kerepotan dipundaknya saja, seoleh-olah hanya ia yang berkewajiban melayani tamu? Sampai-sampai Marta memprotes kepada Tuhan Yesus. Namun, Yesus malah membela Maria, membenarkan pilihan Maria untuk duduk dikaki-Nya dan mendengarkan-Nya. Dan, Marta ditegur karena telah menyusahkan diri dengan hal-hal di luar itu. Maria telah memilih yang terbaik, yakni membiarkan Tuhan melayaninya. Jika Marta disibukkan dengan palayanannya bagi Yesus, Maria disibukkan oleh pelayanan Yesus baginya. Dan, Yesus menghargai sikap Maria yang seperti seorang murid - mau belajar dan mau mendengar.

Sudahkah kita juga bersikap seperti seperti seorang murid? Ingatlah bahwa menjadi murid bukan hanya dengan terus-menerus menyibukan diri dalam pelayanan. Jangan sampai kita menempatkan sesuatu yang baik, seperti pelayanan, menjadi lebih utama daipada yang terbaik, yaitu berpaut kepada Allah - mendengar firman-Nya. Ingatlah: kesibukan melayani Tuhan tidak bisa jadi alasan untuk tak punya waktu merenungkan firman-Nya. Sebaliknya, keakraban dengan firman-Nya mesti selalu menjadi dasar dalam kita melayani.

SEBELUM FIRMAN TUHAN MELAYANI KITA
TIDAK MUNGKIN KITA SIAP MELAYANI TUHAN.

[ HIDUP ARIF ]


Karena itu, perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif [Efesus 5:15]

Ada sebagian orang yang menjalani hidupnya dengan "tawar" - segala sesuatu dibiarkan berjalan seadanya; hingga tiba-tiba segala sesuatu lenyap tanpa bekas dan tanpa makna. hari-harinya berlalu begitu saja. Tahu-tahu umur makin bertambah dan akhirnya tinggal rasa sesal berkepanjangan yang menguasai hari-harinya di usia senja. Orang semacam ini hidup, tetapi tidak sungguh-sungguh hidup. Menurut Anthony de Mello, orang semacam ini seperti sedang "tidur" dalam hidupnya.

Dalam istilah Paulus, orang yang tidak saksama memperhatikan hidup disebut orang bebal. Ia hanya memancarkan kekelaman dan kesuraman dari hidupnya. Orang yang berkebalikan dengan itu disebut orang arif. Tentu kita tidak suka dijuluki orang bebal. Akan tetapi, menjadi orang yang arif sangatlah tidak mudah. Orang arif itu "cakap mempergunakan waktu, selalu rindu mengerti kehendak Tuhan, dan menjaga diri dari hal-hal yang memabukkan. Ia penuh roh, berkata-kata penuh makna dan berkat, serta mampu bersyukur dalam segala keadaan. Ia juga hidup rendah hati karena meneladani Kristus. " Sebuah daftar yang panjnag, bukan? Akan tetapi, sebenarnya daftar itu dapat diringkas; yakni bahwa orang arif itu mengalami, kemudian memancarkan keilahian Kristus dalam pemikiran, perkataan, dan tindakan. Maka, dari hidupnya "terpancar cahaya kristus"

Apa yang kita pancarkan kepada dunia ini: pantulan cahaya Kristus atau kesuraman hati? Apa hasrat yang paling kuat menarik kita: hidup untuk membagikan terang Kristus kepada sesama atau sekadar membuang waktu tanpa makna?

KETIKA HIDUP DI JALANI DENGAN ARIF MAKA TAK SIA-SIA KITA DIHADIRKAN DI DUNIA INI - RENUNGKAN!

[ ANAK DOMBA ALLAH ]



Filipus mulai bicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil tentang Yesus kepadanya [Kisah Para Rasul 8:35]

Alkitab menulis juga tentang "Anak Domba", yang tidak hanya membawa kebaikan, tetapi juga menyelamatkan! Ketika itu, sida-sida Etiopia membaca surat Yesaya yang menyebut tentang Anak Domba itu, dan bertanya kepada Filipus, siapa yang dimaksud dalam surat tersebut. Bertolak dari nas itu, Filipus memberitakan Injil keselamatan Yesus kristus, sehingga sida-sida itu percaya dan memberi diri dibaptis dalam nama Yesus [Kisah Para Rasul 8:34-37]

Benar, Yesus Kristus Anak Domba Allah yang tak bercacat, yang menebus dosa dunia [1 Petrus 1:18-19]. Dan, Dia menjadi seperti domba yang dibawa ke pembantaian, seperti anak domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya. Demikian Yesus "Sang Anak Domba Allah" memberikan diri menjadi kurban tebusan bagi dosa dunia. Agar oleh bilur-bilur-Nya, kita menjadi sembuh [Yesaya 53:5]. Dan, di bawah kolong langit ini tidak ada Nama lain yang dapat menyelamatkan manusia dari maut, kecuali nama Yesus Kristus [Kisah Para Rasul 4:12].

Sudahkah Anda membuka hidup Anda untuk diselamatkan-Nya? dan seperti Filipus, sebagai orang yang sudah percaya kepada Yesus Kristus, relakah Anda dipakai Allah untuk mengabarkan Injil-Nya? Agar melalui hidup Anda, banyak orang boleh menerima Kristus, diselamatkan, dan memuliakan Allah?

SEBAB KRISTUS RELA DIIKAT DAN DISEMBELIH SEPERTI DOMBA AGAR KITA, ANAK-ANAK-NYA, DIBEBASKAN DARI IKATAN DOSA.

Pages - Menu

 
 
Blogger Templates