Pages

Ads 468x60px

Sabtu, 02 Agustus 2014

PERCAYA DIRI


Ketahuilah, kaumku adalah paling kecil diantar suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda diantara kaum keluargaku.__Hakim-hakim 6:15
Tidak semua orang memiliki sikap percaya diri yang tinggi. Kebanyakkan orang cenderung memandang rendah kemampuan dirinya. Kita merasa lebih lemah dari orang lain. Kita merasa belum cukup pengalaman. Atau, bukan berasal dari keluarga yang terkenal atau kaya.

Gideon mengalami krisis percaya diri ketika Allah hendak mengangkatnya sebagai hakim. Ketika malaikat Tuhan menyebutnya sebagai pahlawan yang gagah berani, jelas ia tidak percaya. Ia merasa tidak memiliki kemampuan untuk menyelamatkan bangsanya. Ia memandang kelemahan dirinya jika dibanding dengan kaum dan bangsanya. Namun, cara Allah memandang Gideon berbeda dari cara Gideon memandang dirinya. Allah mengukur kemampuan Gideon bukan dari usia yang masih muda dan kaumnya yang kecil, tetapi karena Allah berjanji akan menyertainya. Itulah alasan Allah mengutusnya sebagai hakim bagi Israel.

Bisa jadi kita tidak dapat melakukan hal-hal yang besar karena kita memandang diri kita terlalu rendah. Kita menganggap diri kita tak mungkin melakukannya. Padahal, Allah selalu memandang kita dengan cara yang berbeda. Ukuran Allah berbeda dengan ukuran dunia. Allah mengatakan kita berharga, siapa pun kita dimata manusia. karena itu, jangan ragu meraih kesempatan yang Allah sediakan. Awal untuk membangun kepercayaan diri adalah menghargai kemampuan yang Allah anugerahkan dan berserah kepada penyertaan Allah. Dengan modal itu, kita dapat berkarya menciptakan masa depan yang lebih baik.

JANGAN MEMANDANG PADA BESARNYA TANTANGAN YANG
KITA HADAPI; PANDANGLAH BETAPA BESAR ALLAH YANG MENYERTAI KITA

                                             Tuhan memberkati

Blog Archive

Blog Archive

Pages - Menu

 
 
Blogger Templates