Pages

Ads 468x60px

Rabu, 16 Juli 2014

AIR MUKA TAK BERSERI


"Firman Tuhan kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik ?" 
Kita bisa melihat kisah klasik antara Kain dan Habel pada suatu hari mereka berdua mempersembahkan korban persembahan kepada Tuhan. Dalam kejadian 4:4 dikatakan bahwa Tuhan berkenan [had respect and regard] pada Habel atas persembahannya. Sebaliknya korban persembahan kain ternyata ditolak, lalu inilah yang terjadi. "Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram."[Ay 5b] ketika hatinya panas, air mukapun berubah menjadi muram. kita bisa melihat kelanjutannya bahwa Tuhan menyatakan ketidak suka-Nya. Kepada raut muka seperti ini.

"Firman Tuhan kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik?" [Ay6-7a].

Tuhan mengingatkan satu hal, yaitu bahwa raut wajah yang muram akan timbul ketika tidak ada sukacita dalam diri kita, ketika tidak ada kasih Tuhan berkuasa atas kita dan itu akan tergambar lewat berbagai perbuatan baik sebagai cerminan kasih Tuhan yang berkerja dalam diri kita.

                                             Tuhan memberkati

Blog Archive

Blog Archive

Pages - Menu

 
 
Blogger Templates