Adalah sulit menjadi Ayub yang salah. Mungkin di antara seribu orang, hanya ada satu yang sanggup berperan sebagai Ayub. Tidak ada alasan yang cukup untuk mendiamkan dan memaafkan orang-orang yang telah menurunkan martabat kita dengan kata-kata kotor dan kasar, bukan? Namun bagaimana dengan Ayub?
1.Ayub dihina oleh orang yang usianya lebih muda (30:1), ini artinya mereka tidak pantas dan tidak etis mempermalukan orang seperti Ayub. Mereka lebih pantas menerima nasihat dan pengajaran Ayub yang jauh lebih tua usianya dibandingkan mereka, baik dalam hal pengalaman hidup maupun pengalaman secara rohani. Namun Ayub tidak membalas mereka saat keadaan mereka sedang susah, merana kekurangan, dan kelaparan, saat tanah menjadi tandus dan kering dan mereka terusir dari negerinya (30:3). Ayub tidak menggunakan kesempatan baik ini untuk menjatuhkan atau mempermalukan keadaan mereka yang menyedihkan. Ayub tidak mau menjadikan dirinya sama dengan mereka.
2. Ayub tidak bersukacita di atas penderitaan orang lain, karena ini bukanlah mental dan karakternya. Ayub memiliki hati yang bijaksana dan berbelas kasihan, ini merupakan indikasi orang yang benar-benar saleh di hadapan Tuhan dan manusia, "Apakah aku bersukacita karena kecelakaan pembenciku, dan bersorak-sorai, bila ia ditimpa malapetaka, aku takkan membiarkan mulutku berbuat dosa" (31:29-30). Betapa bijaksananya Ayub, meski dalam keadaan tidak menyenangkan, ia tetap sabar dengan segala kewaspadaan sehingga tidak berbuat dosa.
3.Ayub menjaga hati yang beribadah pada Tuhan dalam segala aspek kehidupannya. Terhadap mereka, Ayub tidak menaruh pikiran jelek untuk membinasakan, walaupun mereka mengancam, menjerumuskan dan juga telah mengekang dirinya. Ayub tetap memiliki hati yang beribadah dengan menjaga relasi dengan lawan-lawannya dan juga kepada Allah. Mari kita senantiasa menjaga suasana hati kita dari segala yang jahat.
- Teladan apakah yang bisa kita dapatkan dari sikap Ayub dan perkatannya tersebut? Apakah mungkin, selain Ayub, orang memiliki ketabahan hati sepertinya?
- Berdoalah secara pribadi kepada Tuhan dan mohon petunjuk-Nya, agar Anda memahami karunia atau telenta yang Tuhan berikan, dan diberi-Nya kekuatan untuk memakai semuanya itu bagi Gereja-Nya.
Tuhan memberkati


