Jika kemarin di pasal 25 Bildad mengatakan bahwa manusia itu kecil dan seperti cacing, di pasal 28 ini Ayub mengungkapkan sebaliknya. Pasal ini dibagi menjadi 3 bagian pertama (28:1-14) menjelaskan bahwa manusia berharga di mata Allah, sebab manusia diberi kepandaian sehingga bisa mencari emas, perak, besi dan tembaga. Bagian kedua menjelaskan bahwa hikmat tidak dapat dibeli dengan uang, karena nilai hikmat lebih tinggi daripada batu permata yang mahal (28:15-19). Bagian ketiga menjelaskan bahwa hikmat hanya dimiliki oleh Allah serta hanya dapat diperoleh melalui penyataan Allah. Inti dari hikmat adalah takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan (28:20-28). Pada ayat 12 Ayub bertanya, "Di mana hikmat dapat diperoleh, di mana tempat akal budi?" Allah tahu di mana hikmat itu berada, hal itu tidak tersembunyi dari mata-Nya. Dia bahkan sudah menyiapkan jawaban bagi kita di ayat 28. Hikmat bukanlah apa yang kita ketahui tentang dunia ini. Hikmat tidak bisa dibeli atau diperoleh di sembarangan tempat.
Dalam Alkitab Ulangan 4:6 dikatakan bahwa hikmat diperoleh dalam melakukan firman Tuhan. Hikmat bukan pengetahuan, melainkan aplikasi dari apa yang kita ketahui dengan cepat, sebagaimana yang diajarkan di dalam firman Tuhan. Demikian pula Kolose 2:3 berkata, "Sebab di dalam Dialah (Kristus) tersembunyi segala harta dan pengetahuan." Jika kita ingin bertemu dengan hikmat yang sejati, maka kita harus bertemu dengan Allah sendiri. Dia datang menjumpai kita dengan kasih-Nya melalui Kristus Yesus. Maka kehadiran-Nya dalam hati akan menerangi hati dan hidup kita, membantu kita menjadi orang yang berhikmat.
Bagaimana dengan Anda hari ini? Marilah kita hidup takut akan Tuhan, bahkan ketika jalan hidup yang kita lalui membuat kita bingung dan tidak menemukan jawaban. Ingatlah, bahwa orang yang takut akan Tuhan tidak kekurangan kebaikan dan hikmat dari Tuhan. Jadi, berlakulah setia kepada Tuhan seperti Ayub, dan berserahlah hanya pada pimpinan-Nya, maka Ia akan memunculkan terang-Nya bagi jalan hidup kita.
Di manakah letak perbedaan orang pintar dan orang berhikmat? Apa yang harus kita lakukan ketika jalan hidup kita membingungkan diri sendiri
Berdoalah bagi jemaat yang sedang menantikan jawaban Tuhan bagi setiap pergumulan hidupnya, agar mereka tidak menjadi tawar hati, tetapi dapat tetap berlaku setia kepada Tuhan.
Tuhan memberkati


