Percabulan merupakan dosa. Gereja mengajarkan demikian dan saya yakin semua orang setuju. Bahkan Yesus berkata, bila kita sudah mengingini perempuan atau laki-laki saja, kita sudah berbuat cabul dalam pikiran. Lalu kita mungkin bertanya: "Bagaimana dengan hasrat seksual saya?"
Saya manusia biasa, saya seorang Kristen yang taat, tapi....Bagaimanapun saya akui, saya juga memiliki dorongan seksual."
Selama ini mungkin kita berpikir bahwa dorongan seksual adalah dosa. Bila muncul pikiran soal seks , mungkin kita cenderung berkata pada diri sendiri," Don't think about sex! Don't think about sex! Lupakan itu!" kita cenderung menahan hasrat seksual kita, khususnya bagi yang belum menikah, kita tahu bahwa belum saatnya untuk melakukan hubungan seks. Dan kita berpikir bahwa untuk menjadi seorang yang baik, yang kudus, yang suci, kita harus melupakan seks.
Mari buang semua pikiran lama, dan akuilah, kita memiliki keinginan seksual. Siapapun kita, lelaki ataupun perempuan, seorang biarawan maupun awam, seorang pelayan Tuhan maupun umat biasa, semua manusia memiliki keinginan seksual.
Seksualitas kita merupakan suatu GIFT atau karunia dari Tuhan, dan dorongan seksual bukanlah sesuatu dosa. Sebab seksualitas manusia diciptakan Tuhan juga. Tuhan tidak menciptakan sesuatu yang buruk. Dengan adanya seks, suatu kehidupan baru dapat muncul. Tuhan menciptakan manusia dan Ia berkata, "amat sangat baik", Tuhan juga berkata demikian terhadap seksualitas kita.


