Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi
anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya. - Yoh 1:12.
Ada 2 pandangan anak terhadap orang tua yang membesarkannya.
Pertama: anak yang hanya menikmati kasih orang tuanya tanpa berbuat apa-apa sebagai timbal baliknya.
Kedua: anak yang tetap mengingat & sangat menyadari segala jerih payah & kasih sayang orang tuanya. Dari kesadaran itu, ia menggunakan segala kesempatan untuk menyenangkan orang tuanya sebagai tanda terima kasih kepada mereka.
Sebagai anak Allah, Apakah kita bersikap seperti anak yang hanya mau menikmati kasih Allah karena kita berpikir bahwa memang sudah sewajarnya Allah memelihara & memperhatikan kita?
Atau kita menjadi anak yang benar-benar memahami bahwa kasih Allah kepada kita begitu besar, sehingga kita mau menjadi anak yang menyenangkan hati Bapa?
Ada 2 pandangan anak terhadap orang tua yang membesarkannya.
Pertama: anak yang hanya menikmati kasih orang tuanya tanpa berbuat apa-apa sebagai timbal baliknya.
Kedua: anak yang tetap mengingat & sangat menyadari segala jerih payah & kasih sayang orang tuanya. Dari kesadaran itu, ia menggunakan segala kesempatan untuk menyenangkan orang tuanya sebagai tanda terima kasih kepada mereka.
Sebagai anak Allah, Apakah kita bersikap seperti anak yang hanya mau menikmati kasih Allah karena kita berpikir bahwa memang sudah sewajarnya Allah memelihara & memperhatikan kita?
Atau kita menjadi anak yang benar-benar memahami bahwa kasih Allah kepada kita begitu besar, sehingga kita mau menjadi anak yang menyenangkan hati Bapa?
Tuhan Memberkati & Renungkan!


