Pages

Ads 468x60px

Selasa, 08 Juli 2014

Menerima atau Menolak Kristus (Yohanes 8:12-29)


Bila seorang kenalan bercerita bahwa ia menemukan seorang dokter yang dapat menyembuhkan penyakitnya, umumnya kita akan mencari dokter itu bila mengalami sakit yang sama. Lalu bagaimana tanggapan kita terhadap kesaksian Injil?

Yesus bersaksi kepada orang banyak bahwa Dia adalah terang dunia (12) yang tidak akan padam seperti lilin pada perayaan Pondok Daun. Barangsiapa yang percaya kepada-Nya akan memiliki hidup dan terang rohani sejati. Namun orang banyak, khususnya orang Farisi justru menuduh Yesus telah bersaksi palsu karena hanya bersaksi bagi diri-Nya sendiri. Yesus menjawab bahwa kesaksian-Nya benar karena didukung oleh dua saksi, yaitu diri-Nya sendiri dan Bapa yang mengutus Dia (18; bdk.Ul 19:15). Kesaksian-Nya juga didukung oleh penghakiman-Nya yang adil dan benar. Namun kedua saksi ini (Anak dan Bapa) tidak mereka kenal. Itu sebabnya mereka akan binasa dalam dosa mereka dan tidak akan masuk ke surga, di mana Yesus akan berada (21). Hal ini terjadi karena mereka berasal dari dunia ini dan hidup dalam kegelapan dengan terus menolak Tuhan Yesus.

Kebutahan rohani telah membuat mereka terus tidak mengerti dan menolak kesaksian Yesus sehingga Yesus menolak menjawab pertanyaan mereka tentang siapakah Dia? Apa yang Yesus telah katakan akan menjadi kesaksian yang menghakimi mereka. Pada waktu Yesus "ditinggikan" yaitu disalibkan di atas kayu salib dan ditinggikan dalam kemuliaan dan kehormatan, mereka baru akan mengerti bahwa Dia adalah terang dunia, berasal dari Bapa, dan hanya melakukan kehendak Bapa saja (26,28). Oleh karena itu, Bapa selalu menyertai dan tidak membiarkan Anak-Nya sendiri dalam menjalankan misi penyelamatan-Nya.

Kita pun, hendak tidak terus mengeraskan hati dengan menolak kesaksian Injil, tetapi mau percaya dan menerima Kristus sebagai Juruselamat dan terang dunia kita, agar kita mendapat pengampunan dosa dan penebusan sehingga kita dapat hidup kekal dan tidak binasa dalam dosa kita.

                                            Tuhan memberkati

Blog Archive

Blog Archive

Pages - Menu

 
 
Blogger Templates