Bagaimana
dengan kisah klasik masa kini? Banyak anak muda yang tidak lagi
berjuang keras untuk mencari pasangan hidup. Bukan berarti pula mereka
terlalu religius sehingga menyerahkan calon pasangan hidup kepada Tuhan,
tetapi karena mereka tidak mau bersusah payah seperti Yakub. Jika
ditolak orang yang ditaksirnya, orang zaman sekarang lebih memilih
langkah pragmatis, yaitu mencari orang lain.
Yang lebih luar biasa, mereka berani berpacaran dengan dua orang atau lebih sekaligus. Seorang karyawan perusahaan swasta bahkan dengan entengnya berkata, "Jika yang satu putus, aku tidak sampai brokenheart karena masih punya ban serap!" Ketika ditanya apa dia setuju jika pacarnya juga punya cowok lain disaat yang sama, ia menolak keras.kalau kita renungkan, mengapa bisa terjadi pergeseran yang demikian besar? saya pikir jangan-jangan semua ini terjadi bersama dengan budaya instan. Karena kita bisa menikmati mie, kopi, susu, bahkan nasi instan, maka kita pun mencari pasangan hidup yang instan juga.
Yang lebih luar biasa, mereka berani berpacaran dengan dua orang atau lebih sekaligus. Seorang karyawan perusahaan swasta bahkan dengan entengnya berkata, "Jika yang satu putus, aku tidak sampai brokenheart karena masih punya ban serap!" Ketika ditanya apa dia setuju jika pacarnya juga punya cowok lain disaat yang sama, ia menolak keras.kalau kita renungkan, mengapa bisa terjadi pergeseran yang demikian besar? saya pikir jangan-jangan semua ini terjadi bersama dengan budaya instan. Karena kita bisa menikmati mie, kopi, susu, bahkan nasi instan, maka kita pun mencari pasangan hidup yang instan juga.


