Pages

Ads 468x60px

Senin, 07 Juli 2014

[ PERJANJIAN GARAM ]


2 Tawarikh 13:5.
Tidakah kamu tahu, bahwa Tuhan Allah Israel telah memberi kuasa kerajaan atas Israel kepada Daud dan anak-anaknya untuk selama-lamanya dengan suatu perjanjian garam?

Perjanjian garam adalah untuk selama-lamanya atau kekal. Tuhan Yesus menyebut kita sebagai garam dunia karena memiliki ciri, yaitu rasa yang asin, artinya kita punya kekekalan atau hidup kekal. Kalau garam tidak lagi asin, maka tidak ada gunanya selain diinjak-injak orang. Artinya sia-sia menjadi orang Kristen jika tidak memilki hidup kekal.

Tuhan mengikat perjanjian garam atau perjanjian kekal dengan Daud, terbukti Tuhan Yesus disebut Anak Daud. Perjanjian antara orang beriman dengan Tuhan adalah perjanjian kekal sampai di surga.

Salah satu perjanjian garam adalah perjanjian garam keluarga2. 1 Tawrikh 17:27. Berkat-berkat bagi keluarga kristiani adalah selama-lamanya [perjanjian garam]. Sebenarnya setiap anak-anak Tuhan yang bersungguh-sungguh diberkati Tuhan secara terus menerus tetapi bentuknya perjanjian garam, yakni tidak kelihatan tetapi kalau dicicip sudah berbeda. berkat Tuhan dapat mengalir dengan banyak sekali cara. tetapi banyak orang Kristen beranggapan bahwa berkat itu hanyalah UANG. Janji berkat tetap mengalir dengan bermacam-macam bentuk.

Bagaimana caranya agar perjanjian garam itu selalu kita rasakan? Berkat-berkat bersyarat pada satu ketentuan, yaitu KETAATAN MELAKUKAN FIRMAN TUHAN [Imamat 26, Ulangan 28]. Iblis sering mengelabuhi kita untuk tidak mentaati Firman. Orang dunia selalu "mengejar" keuntungan berkat. Tetapi bagi orang percaya, berkat datang / mengikuti kita [Ulangan 28:2a]. Tuhan memerintahkan berkat datang pada orang-orang percaya. Banyak orang yang keluar dari prosedur Firman Tuhan, mereka yang mengejar berkat. Memang kita perlu dan harus bekerja, tetapi pada prinsipnya kita bukan mengejar keuntungan / berkat, karena Tuhan yang memerintah berkatNya untuk datang kepada orang taat melakukan Firman Allah [Hagai 2:20]. Berkat itu datang sesuai dengan waktunya Tuhan, bukan waktu kita. Dan berkat-berkat akan melipat ganda jika kita setia dalam ketaatan terhadap perintah Tuhan [Imama 25:21].

Banyak orang tidak merasakan perjanjian garam ini karena jatuh bangun-jatuh dari Tuhan. Daud juga pernah sesat - melanggar Firman Tuhan. Tetapi ia kembali datang kepada Tuhan dan melakukan kehendak Tuhan. Tuhan selalu menerima orang yang berbalik kepadaNya dan Tuhan sanggup mengubah kutuk menjadi berkat, sakit menjadi sembuh, susah menjadi sukacita [Ulangan 23:5]. Kalau kita ingin supaya perjanjian garam dari Tuhan tetap mengalir, maka kata-kata kita harus penuh dengan kasih, penuh dengan kebenaran [Kolose 4:6]. "Jangan hampar:, dalam terjemahan yang lebih tepat ialah "citra rasa dengan garam".

                                        Semoga Bermanfaat

Blog Archive

Blog Archive

Pages - Menu

 
 
Blogger Templates