2 Timotius 2:22
Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan,, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.
Apabila Anda membaca surat kabar maupun nonton televisi, maka berita mengenai pencarian akan kebenaran merupakan salah satu topik yang akan selalu muncul. Tidak sedikit kita melihat bagaimana orang melakukan orasi maupun demonstrasi untuk mencari kebenaran. Keadilan nampaknya telah menjadi suatu hal yang memilukan di tengah negara yang mengaku memiliki supremasi hukum.
Dalam dunia bisnis, kebenaran sudah menjadi suatu hal yang kerap dipertanyakan, terutama ditengah maraknya korupsi dan tidakjujuran dalam transaksi usaha. Tidak heran konsep Good Corporate Governance [sistem pengelolahan perusahaan yang baik] yang menekankan keterbukaan menjadi hal yang sangat diperlukan, sekalipun kadang hal tersebut masih sebatas slogan belaka.
Terkadang saya merenung bagaimana pada zaman dahulu orang melakukan transaksi bisnis hanya dengan modal kepercayaan, tidak banyak dibuat dokumen kontrak sebagai back up karena setiap orang saling menghargai interigritas perkataan mereka. My Word is my commitment, kurang lebih demikianlah filosofi dagang para pengusaha Cina perantau. Namun seiring dengan perjalanan waktu, maka nampaknya sebagian dari nilai luhur tersebut mulai luntur pula.
Yesus mengatakan bahwa Ia adalah kebenaran. Ketika Paulus menasihati Timotius, saya percaya bahwa ia ingin agar setiap orang yang mengenal Yesus, sang kebenaran sejati, dan hidup taat di dalam firman kebenaran-Nya. Hal itulah yang harus terus dikejar oleh setiap profesional Kristen hingga kebenaran itu terpancar kepada dunia melalui perkataan, pikiran dan perbuatan kita.
DAPATKAH ORANG LAIN MELIHAT KEBENARAN NYATA DALAM DIRI KITA ?
Tuhan memberkati


