Keempat teman Ayub berusaha untuk menganlisa, menemukan jawaban atas apa yang dialami Ayub. Di sisi lain, Ayub berusaha memberi penjelasan, membela diri atas "tuduhan" teman-temannya yang tidak beralasan atau tidak tepat. Diskusi yang bersifat dialogis antara teman ini berlanjut dari hal-hal praktis sampai menyentuh hal-hal yang sangat teologis. Kadang yang diutarakan sepenuhnya berdasarkan logika manusia, atau atas pemahaman pribadi yang subyektif; terkadang melalui pemaparan kebenaraan yang bersifat umum. Dari diskusi sampai berdebat, babat demi babat telah dilalui, dan masing-masing telah menyampaikan apa yang dirasakan perlu untuk disampaikan. Di antara penyampaian Elihu sebagi teman terakhir yang berbicara, terselip suatu kesadaran bahwa sesungguhnya Allah itu tidak dapat dipahami oleh akal manusia yang terbatas. Inilah pemahaman yang benar.
Manusia bisa memberi komentar positif tentang Allah ketika kehidupan berjalan lancar atau ketika doa-doa terjawab dan harapan-harapan hidup terpenuhi; Allah itu sungguh baik...Dia tahu segala kebutuhanku...Mujizat sungguh nyata... dst. Tetapi ketika keadaan tidak lagi berjalan seperti yang dikehendaki, ketika Allah nampak seperti jauh dan tidak peduli, ketika doa seperti tak didengarkan dan masalah tidak terselesaikan, dan penderitaan terus berlangsung. Di saat seperti ini, manusia bisa kehilangan keyakinan, pikiran negatif mulai muncul, mempertanyakan kebaikan Allah. Apa yang sebelumnya diyakini, kini berubah menjadi keraguan. Bahkan, bukan tidak mungkin, Allah dipersalahkan. Melalui perdebatan Ayub dengan teman-temannya ini, kita kembali diingatkan bahwa jika manusia tidak mampu menjelaskan masalah atau kesulitan hidupnya, bagaimana mungkin dia dapat menilai Allah yang Maha adanya! Manusia begitu terbatas. Manusia adalah ciptaan, bukan pada posisi setara dengan Pencipta. Daripada pada berusaha untuk menjelaskan tentang pemikiran dan rencana Allah, lebih baik tetap tunduk kepada-Nya dengan iman dan kesetiaan.
- Mungkinkah manusia yang terbatas mamahami pikiran dan karya Allah yang tidak terbatas dan mempersalahkan apa yang diperbuat-Nya? Jelaskan!
- Berdoalah bagi jemaat yang saat ini sedang di dalam keragu-raguan dalam hidupnya karena persoalan yang dihadapinya; berdoa agar mereka percaya hanya kepada pimpinan Tuhan.
Tuhan memberkati


