Pages

Ads 468x60px

Senin, 14 Juli 2014

BUKAN WAKTUNYA BERDOA TAPI WAKTUNYA BERTINDAK !


Betapa kita sering seperti itu. Kita sudah tahu apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam permasalahan kita, namun kita sengaja tidak melakukannya dan mengeluarkan alasan rohani "Ya nih, masih bergumul panjang dengan Tuhan, Entah kapan Dia menjawab". Ada banyak hal dalam kehidupan kita yang tidak membutuhkan doa lagi, karena Alkitab sudah mengatakan kehendak Allah dalam hal-hal tersebut, yang kita butuhkan adalah bertindak ! Itulah artinya 'melangkah dengan iman' [perlu iman karena kita belajar percaya 100% terhadap apa yang Allah sudah nyatakan dalam firman-Nya]. Celakanya kita sering memilih melangkah dengan hikmat diri', Mari kita coba simak beberapa contoh apakah selama ini ' melangkah dengan iman 'atau' melangkah dengan hikmat diri',

[a] Bergumulan tentang relasi dengan seorang cewek yang 

      belum percaya untuk menjadi pacar. Lalu si pemuda 
      berdoa keras "Tuhan, nyatakan kehendak-Mu dengan 
      tanda-tanda khusus" sambil telpon dan PDKT setiap hari.

[b] Bergumulan tentang ambil pelayanan di gereja atau lebih 

      fokus pada kerjaan part-time atau studi atau profesi atau 
      bisnis. Doa kita "Tuhan, nanti yah kalau saya sudah jadi  
      orang, sudah lebih mantap dalam karir, baru saya akan 
      pelayanan. Memang pelayanan seharusnya menjadi gaya 
      hidup orang Kisten, tapi gimana yah, Tuhan bisa  
      maklumkan ?"

[c] Ketika cekcok dengan suami-istri, suami datang kepada 

      Tuhan "Istriku memang keterlaluan, Tuhan. Masa saya 
      harus lagi-lagi mencoba mengerti, mengalah, dan 
      mengampuni dia, setelah sekian lama saya sabar, sabar dan 
      sabar?"

[d] Ketika ada kesempatan untuk berkontribusi untuk 

      pekerjaan misi dengan persembahan uang, kita berminggu-
      minggu bergumulan "Ya Tuhan, kami tidak kaya kayak 
      yang lain, masak sih harus memberi lagi, menggerakkan 
      hati orang lain"

[e] Dan seterusnya. . . .
Dalam banyak area hidup kita, kita 

      memilih untuk menjadi 'bijaksana' ketimbang melangkah 
      dengan iman. Bahkan kita bukan saja bijaksana, tapi 
      bijaksini dan bijaksitu. Menimbang-nimbang keputusan 
      kita 1000 kali dalam doa sampai akhirnya tidak jadi 
      bertindak. Itu sebab mengamsalkan menulis "Percayalah 
      kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah 
      bersandar pada pengertianmu sendiri" [Amsal 3:5-6] Kita 
      tidak diminta untuk membuang pengertian kita karena 
      itupun dari Tuhan, tapi yang diminta adalah jangan 
      andalkan pengertian kita.

Adakah sesuatu yang kita tahu kita seharusnya lakukan, tetapi kita sengaja ulur waktu justru melalui doa atau aktivitas rohani lainnya?

Dalam hal apakah teguran Tuhan kepada Musa berlaku kepada anda dan saya: "Ini bukan waktunya doa, tapi waktunya bertindak !"

                                              Tuhan memberkati

Blog Archive

Blog Archive

Pages - Menu

 
 
Blogger Templates