Berfirmanlah
Tuhan kepada Musa: "Mengapa engkau berseru-seru demikian kepada-Ku?
katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau,
angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah
airnya, sehingga orang Israel akan berjalan ditengah-tengah laut di
tempat kering" [Keluaran 14:15-16].
Kasihan betul, si Musa. Pemimpin yang penuh iman ini diperintah Tuhan untuk memimpin sejuta umat Tuhan yang tak beriman, tak tahu terima kasih, dan hobby-nya mengeluh ['tegar tengkuk', kata Alkitab]. Ketika sekali lagi mereka berkeluh kesah kepada Tuhan saat terjepit di antara laut Teberau di depan dan 600 pasukan berkuda Mesir membawa maut di belakang dan pegununang sebelah kiri dan kanan, Musa justru tampil beda sebagai pemimpin. Tidak seperti orang Israel yang mengutuki Tuhan, Ia berkata kepada mereka , "Jangan takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan." Lalu ia kemungkinan besar memanjatkan doa pribadinya kepada Tuhan. Namun justru ia kena hardik Tuhan!
Parafrase modern dari ayat 15 dan 16 diatas kira seperti berikut: "Musa, ngapain engkau pakai doa segala? Ini bukan waktunya berdoa, tapi waktunya bertindak! Toh nggak ada yang perlu didoakan kalau kamu sudah tahu bahwa Aku telah kedaulan-Ku dan maksud hati-Ku. Bukan Aku telah mengutus Engkau. Ayo bertidak: [1] Suruh mereka jalan lagi menunju laut, [2] Belah laut didepanmu dengan mengangkat tongkat ditanganmu!"
Kasihan betul, si Musa. Pemimpin yang penuh iman ini diperintah Tuhan untuk memimpin sejuta umat Tuhan yang tak beriman, tak tahu terima kasih, dan hobby-nya mengeluh ['tegar tengkuk', kata Alkitab]. Ketika sekali lagi mereka berkeluh kesah kepada Tuhan saat terjepit di antara laut Teberau di depan dan 600 pasukan berkuda Mesir membawa maut di belakang dan pegununang sebelah kiri dan kanan, Musa justru tampil beda sebagai pemimpin. Tidak seperti orang Israel yang mengutuki Tuhan, Ia berkata kepada mereka , "Jangan takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan." Lalu ia kemungkinan besar memanjatkan doa pribadinya kepada Tuhan. Namun justru ia kena hardik Tuhan!
Parafrase modern dari ayat 15 dan 16 diatas kira seperti berikut: "Musa, ngapain engkau pakai doa segala? Ini bukan waktunya berdoa, tapi waktunya bertindak! Toh nggak ada yang perlu didoakan kalau kamu sudah tahu bahwa Aku telah kedaulan-Ku dan maksud hati-Ku. Bukan Aku telah mengutus Engkau. Ayo bertidak: [1] Suruh mereka jalan lagi menunju laut, [2] Belah laut didepanmu dengan mengangkat tongkat ditanganmu!"
Tuhan memberkati


